kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Tokopedia di pusaran isu rangkap jabatan Menteri Wishnutama hingga kartu prakerja


Kamis, 21 Mei 2020 / 22:50 WIB
Tokopedia di pusaran isu rangkap jabatan Menteri Wishnutama hingga kartu prakerja
ILUSTRASI. Fitur Baru --- Karyawan Tokopedia beraktivitas disela peluncuran fitur Tokopedia ByMe di Jakarta, Senin (22/4). Fitur ini merekomendasikan produk favorit dari para influencer Indonesia yang tergabung dalam Tokopedia ByMe Icon. Peluncuran fitur ini berasal

Reporter: Barly Haliem, Sandy Baskoro, Selvi Mayasari | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nama Tokopedia kembali menyedot perhatian publik. Setelah terpapar isu dugaan kebocoran 91 juta data pengguna dan jual beli surat keterangan sehat corona (Covid-19), kali ini Tokopedia tersenggol polemik rangkap jabatan salah satu komisarisnya, Wishnutama Kusubandio, yang juga menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).

Tujuh bulan setelah menjabat sebagai Menparekraf, nama Wishnutama akhirnya resmi hilang dari jabatan komisaris Tokopedia. Hal tersebut terungkap dari akta terbaru Tokopedia Nomor 47 tanggal 19 Mei 2020 tentang perubahan susunan direksi dan komisaris Tokopedia.

Baca Juga: Cling! Nama Menteri Wishnutama pun menghilang dari daftar komisaris Tokopedia

Akta itu terdaftar dengan nomor AHU-AH.01.03-0223791 di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada 19 Mei 2020.

Kepada Kontan.co.id, hari ini (21/5) Menteri Wishnutama kembali menegaskan dia telah mengundurkan diri sebagai komisaris Tokopedia sebelum menjabat Menparekraf.

"Saat saya diminta Presiden menjadi Menteri tanggal 21 Oktober, sore hari itu juga saya langsung mengundurkan diri dari semua jabatan saya di perusahaan-perusahaan swasta," ungkap Wishnutama.

Saat ini Tokopedia termasuk salah satu platform digital yang menyediakan fasilitas pelatihan program Kartu Prakerja. Ini adalah program subsidi dari pemerintah bagi kalangan pencari kerja maupun korban PHK.

Baca Juga: Ternyata Menteri Wishnutama masih tercatat sebagai Komisaris Tokopedia

Setiap pemilik Kartu Prakerja berhak mendapatkan total manfaat dana senilai Rp 3,55 juta. Program ini akan menyasar sekitar  5,6 juta penerima. Alhasil, total dana yang akan diguyur melalui subsidi Kartu Prakerja mencapai Rp 19,88 triliun.

Dari jumlah yang diterima oleh setiap pemilik Kartu Prakerja, sebanyak Rp 1 juta atau totalnya senilai Rp 5,6 triliun mengucur dalam bentuk subsidi pelatihan melalui “kelas online”.

Materi pelatihan itu tersedia di delapan mitra platform digital yang digandeng pemerintah, yakni Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, Kemnaker, Pintaria, Pijar, Sekolah.mu dan MauBelajarApa.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×