kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45903,33   4,58   0.51%
  • EMAS1.318.000 -0,68%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tol Palindra seksi I bisa digunakan awal 2017


Kamis, 03 Maret 2016 / 12:05 WIB
Tol Palindra seksi I bisa digunakan awal 2017


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

PALEMBANG. Jalan Tol Trans Sumatera ruas Tol Palembang-Indralaya (Palindra) Seksi I yaitu dari Palembang-Pamulutan sepanjang 7,10 kilometer ditargetkan tuntas pengerjaannya pada Desember 2016 dan dapat dioperasikan awal 2017. 

Demikian dikatakan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) Thomas Setiabudi Aden, di Palembang, Rabu (2/3/2016).

“Siap digunakan 2017,” ujar Thomas seraya menambahkan, ruas Tol Palindra dirancang sepanjang 22 kilometer dengan biaya investasi Rp 3,301 triliun. 

Pembangunannya dibagi menjadi tiga seksi yaitu, pertama Palembang–Pamulutan sepanjang 7 kilometer. Saat ini pembebasan lahannya sudah mencapai 100 persen. Sementara pengerjaannya dijadwalkan kelar Desember 2016.

Seksi kedua adalah Pemulutan–KTM Rambutan sepanjang 5,70 kilometer dengan kondisi lahan yang telah bebas seluas 42,93 persen. Konstruksinya dilaksanakan pada Januari 2016 sampai Maret 2017. 

Seksi ketiga adalah KTM Rambutan-Indralaya (9,3 kilometer) dengan kondisi lahan 40,86 persen, dan konstruksinya dilaksanakan pada Januari 2016 sampai dengan Juni 2017.

Secara umum, pembebasan lahan ruas Tol Palindra sudah mencapai 71,26 persen dari 22 kilometer yang dibutuhkan. Sisanya 29 persen masih tidak jelas kepemilikannya. 

"Itu di luar kendali kami, karena ada kepemilikan ganda, ada juga permasalahan tuntutan warga. Dari 220 hektar sudah terbebaskan 157 hektar,” tambah Thomas.

Thomas menuturkan, biaya konstruksi Tol Palindra senilai Rp 5,6 triliun, di luar pembebasan lahan Rp 135 miliar. 

Adapun progres pembangunan jalan tol ruas tersebut sudah mencapai 11,26 persen. Kondisi ini melebih target sebesar 1,2 persen yang ditetapkan per 18 Februari 2016. (Penulis: Hilda B Alexander)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×