kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Total EP Bahas Alih Kelola Mahakam di ESDM


Jumat, 05 Agustus 2016 / 17:14 WIB
 Total EP Bahas Alih Kelola Mahakam di ESDM


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Total E&P Indonesie (TEPI) terus melakukan persiapan alih kelola di blok Mahakam. Salah satunya dengan melakukan pertemuan dengan Menteri ESDM, Arcandra Tahar di Kantor Kementerian ESDM pada Jumat (5/8).

President and General Manager Total E&P Indonesie, Hardy Pramono menyebut, pertemuan tersebut memberitahukan informasi terbaru kepada Menteri ESDM yang baru terkait pencapaian TEPI di blok Mahakam. Selain itu, TEPI pun membahas mengenai alih kelola blok Mahakam kepada PT Pertamina (persero) pada 2018 mendatang.

"Kami memperbaharui perkembangan terkini pada menteri baru dan apa yang sudah kami capai selama ini. Sehingga menteri baru bisa bersama-sama mengakselerasi bagaimana kami bisa transfer alih kelola Mahakam ini kepada Pertamina,"ujar Hardy.

Apalagi pada 29 Juli 2016 lalu TEPI dan Pertamina telah menandatangani Transfer of Agreement (TOA) yang berisi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam proses alih kelola. Beberapa kegiatannya adalah melakukan workshop dan sosialisasi baik kepada pekerja di blok Mahakam maupun pihak Pertamina.

Sementara itu terkait komitmen investasi TEPI di Indonesia, Hardy enggan berkomentar. Padahal pemerintah telah memberikan kesempatan bagi TEPI dan Inpex Corporation untuk bisa menjadi investor lagi di blok Mahakam pada 2018 mendatang. Pemerintah memberikan kewenangan kepada Pertamina untuk menawarkan participating interest maksimal sebesar 30% atau sebesar 15% masing-masing kepada TEPI dan Inpex. "Prioritas saat ini transfer operatorship ini agar penurunan produksi bisa kami cegah bersama. Ini yang paling penting untuk negara,"ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×