Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) optimistis mampu mempertahankan kinerja penjualan dan ekspor pada semester II-2026, meski pasar otomotif masih dibayangi ketidakpastian.
Di sisi lain, perusahaan belum terburu-buru memproduksi lokal mobil listrik Toyota bZ4X Touring dan masih menunggu perkembangan permintaan pasar.
Presiden PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto mengatakan, hingga saat ini kinerja ekspor Toyota masih berada di jalur positif. Sepanjang semester I-2026, ekspor kendaraan Toyota telah mencapai sekitar 145.000 unit.
"Ekspor kita masih bagus. Toyota brand sampai dengan Juni sekitar 145 ribu unit. Naik dibanding tahun lalu," ujar Nandi di sela GIIAS 2026, Selasa (29/7/2026).
Dengan capaian tersebut, Toyota optimistis ekspor kendaraan hingga akhir tahun dapat mendekati target 300.000 unit, meski masih terdapat hambatan di sejumlah pasar ekspor, seperti Iran.
"Kalau sampai Juni sudah 145 ribu unit berarti kira-kira kali dua lah. Mudah-mudahan mendekati 300 ribu unit. Memang masih ada kendala di Iran, tapi negara-negara region lain masih cukup baik," katanya.
Selain ekspor, Toyota juga menilai prospek kendaraan hybrid masih positif. Menurut Nandi, permintaan dari pasar ekspor masih didominasi kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) dan hybrid.
Baca Juga: Ekspor Toyota Indonesia Naik 10,7% Sepanjang Semester I-2026
"Ekspor kita ke sekitar 100 negara masih 100% adalah ICE dan hybrid. Bahkan porsi hybrid sekarang naik menjadi sekitar 40% dibanding tahun lalu," ujarnya.
Karena itu, Toyota berharap pemerintah terus memberikan dukungan bagi industri otomotif nasional, bukan hanya untuk teknologi tertentu seperti hybrid atau battery electric vehicle (BEV).
"Kita tidak bicara terhadap hybrid atau BEV. Yang kita bicarakan adalah bagaimana industri yang sudah ada ini bisa terus berkembang," kata Nandi.
Ia menilai berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, hingga Filipina masih memberikan insentif maupun perlindungan bagi kendaraan yang diproduksi di dalam negeri untuk menjaga daya saing industri.
"Industri ini sudah membawa sekitar 750.000 tenaga kerja. Yang sudah diinvestasikan ini bagaimana bisa terus berkembang," ujarnya.
Di sisi produk, Toyota juga belum menetapkan target produksi lokal untuk bZ4X Touring yang baru diluncurkan di GIIAS 2026. Menurut Nandi, keputusan tersebut akan bergantung pada respons pasar.
"Sebenarnya kita belum ada rencana. Kita lihat respons dulu. Secara platform sebenarnya sama dengan bZ4X yang sekarang diproduksi di Indonesia, jadi kalau nanti diproduksi paling sedikit modifikasi," katanya.
Baca Juga: Penjualan Mobil Semester I 2026 Ngebut, Toyota Masih Teratas
Nandi menjelaskan, Toyota selalu memulai kajian lokalisasi berdasarkan besarnya permintaan pasar.
"Kita mulai dari demand. Kalau sales-nya sudah mencukupi volume tertentu, baru kita studi untuk local production. Biasanya dimulai dari assembling," ujarnya.
Saat ini Toyota masih memproduksi bZ4X reguler di fasilitas Karawang, sedangkan model Land Cruiser tetap diimpor utuh (CBU) dari Jepang karena volumenya belum memenuhi skala ekonomi untuk diproduksi di Indonesia.
Sejalan dengan itu, Toyota juga menyatakan siap mengikuti kebijakan pemerintah terkait peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik menjadi 60% pada 2027.
"Sekarang TKDN kita sekitar 40%. Kita ikuti target pemerintah dan sedang berdiskusi dengan headquarter mengenai apa saja yang bisa dilokalisasi untuk menuju 60%," kata Nandi.
Ia menambahkan, peningkatan kandungan lokal tetap mempertimbangkan skala ekonomi. Namun jika kebijakan pemerintah mengharuskan peningkatan TKDN, Toyota akan menyesuaikan strategi lokalisasinya.
Di sisi lain, Toyota juga mulai melokalisasi produksi baterai untuk kendaraan hybrid melalui kerja sama dengan CATL. Menurut Nandi, langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan rantai pasok nasional sekaligus fondasi menuju hilirisasi industri baterai.
"Saat ini baterai yang dilokalisasi memang untuk hybrid karena volumenya sudah mencapai skala ekonomi. Tapi ini menjadi satu langkah lebih cepat ketika nanti dikembangkan untuk baterai BEV," pungkasnya.
Baca Juga: Ekspor Mobil Toyota (TMMIN) Naik 12,3% Jadi 121.832 Unit hingga Mei 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














