Reporter: Zendy Pradana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para konsumen industri alat berat kini sudah tidak ingin mengandalkan kekuatan alat berat semata. Seiring berjalannya waktu, standar baru konsumen di industri alat berat kian berkembang.
Pasalnya mereka sudah ingin memiliki alat berat dengan kecepatan layanan, kemudahan akses, hingga visibilitas kondisi unit secara real-time. Namun, PT Trakindo Utama (Trakindo) mampu menjawab standar baru para konsumen industri alat berat saat ini.
Penyedia solusi alat berat Caterpillar di Indonesia, terus memperkuat ekosistem layanan digital guna menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan proaktif bagi pelanggan.
Chief Innovation Officer (CIO) PT Trakindo Utama, Daniel Setyadi mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi digital saat ini menjadi salah satu pembeda utama dalam industri alat berat.
Baca Juga: Biaya Genset Bengkak, Pemadaman Listrik di Sumatra Memukul Pusat Perbelanjaan & UMKM
“Kami melihat teknologi bisa menjadi pembeda. Melalui kolaborasi dengan Caterpillar, kami menghadirkan berbagai solusi digital untuk memudahkan pelanggan, mulai dari e-commerce hingga monitoring kondisi unit. Salah satunya adalah Trakindo Customer App (TCA) yang kami buat di 2019 dan luncurkan di tahun 2020,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (25/5/2026).
Kemudian, Daniel menjelaskan bahwa dengan teknologi TCA yang diluncurkan Trakindo, pelanggan dapat mengakses berbagai layanan secara lebih mudah dan cepat, mulai dari memantau status credit limit, melakukan request layanan teknisi, hingga melacak proses pemesanan spare parts secara real-time.
“Kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi tantangan tersendiri bagi pelanggan maupun kami, dimana pelanggan membutuhkan respons yang cepat. Karena itu, TCA sangat bermanfaat bagi pelanggan. Mereka bisa melihat parts tracking tanpa harus telepon, request service 24x7, hingga mengakses parts.cat.com untuk melakukan pemesanan spare parts secara online,” kata Daniel.
Lebih jauh, kata Daniel, Trakindo juga memperkuat pemanfaatan teknologi untuk membantu pelanggan memantau kondisi unit secara lebih proaktif. Sebab, teknologi yang disediakan oleh Trakindo membuat para pelanggan bisa memantau kondisi unit, produktivitas, konsumsi bahan bakar, hingga potensi gangguan alat berat secara real-time.
Baca Juga: Rupiah Melemah, ASSA Tetap Targetkan Penggantian 5.000 Armada per Tahun
Hingga saat ini, sebanyak 67% pelanggan Trakindo telah aktif menggunakan TCA, meningkat dari yang sebelumnya masih berada di kisaran belasan persen pada 2022. Sementara itu, implementasi fitur telematics yang pada awal pengembangannya di 2022 baru mencakup sekitar belasan hingga 20% unit, kini telah terpasang pada sekitar 50% total unit pelanggan melalui proses retrofit secara bertahap. Ke depan, Trakindo menargetkan cakupan implementasi telematics dapat meningkat hingga sekitar 73% pada 2030.
“Peningkatan jumlah pengguna layanan digital ini tentu menjadi capaian positif bagi kami. Karena, kami mengukur bahwa digital technology yang kami berikan ke customer ini bermanfaat atau tidak adalah dari tingkat penggunaannya. Kalau mereka aktif menggunakan, berarti mereka tahu bahwa layanan tersebut memang memberikan benefit,” beber Daniel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













