kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.840   -6,00   -0,04%
  • IDX 8.974   37,25   0,42%
  • KOMPAS100 1.236   7,14   0,58%
  • LQ45 872   4,11   0,47%
  • ISSI 326   1,99   0,61%
  • IDX30 442   2,49   0,57%
  • IDXHIDIV20 520   2,91   0,56%
  • IDX80 138   0,90   0,66%
  • IDXV30 145   1,11   0,77%
  • IDXQ30 141   0,81   0,57%

Tumbuh 45,72%, Millennium Pharmacon International (SDPC) Raup Laba Rp 10,33 miliar


Senin, 12 Mei 2025 / 16:23 WIB
Tumbuh 45,72%, Millennium Pharmacon International (SDPC) Raup Laba Rp 10,33 miliar
ILUSTRASI. PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) menutup kuartal I-2025 dengan kinerja positif. Perusahaan farmasi ini mencatatkan kenaikan laba bersih 45,72% dan pendapatan sekitar 0,66% secara tahunan.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) menutup kuartal I-2025 dengan kinerja positif. Perusahaan farmasi ini mencatatkan kenaikan laba bersih 45,72% dan pendapatan sekitar 0,66% secara tahunan.

Merujuk laporan keuangannya di kuartal I 2025 pada Senin (12/5), SDPC tercatat membukukan laba periode berjalan Rp 10,33 miliar. Angka ini naik signifikan 45,72% dibandingkan laba bersih di kuartal I-2024 yang tercatat Rp 7,09 miliar. 

Sedangkan pendapatan SDPC meningkat 0,66%  dari Rp 973,73 miliar di kuartal I-2024, menjadi Rp 980,18 miliar pada kuartal I-2025.

Baca Juga: Millennium Pharmacon (SDPC) Perpanjang Fasilitas Pinjaman Rp 370 Miliar dari Bank UOB

Sejauh ini, pendapatan obat resep  masih mendominasi kinerja SDPC dengan porsi mencapai Rp 680,26 miliar. Kemudian disusul oleh pendapatan alat kesehatan Rp 264,22 miliar, obat non resep Rp 35,60 miliar, dan pendapatan lainnya Rp 93,11 juta.

Sayangnya meski pendapatan tumbuh, tetapi beban pokok pendapatan juga tercatat naik tipis menjadi Rp 891,62 miliar. Alhasil laba bruto meningkat 7,71% dari Rp 82,22 miliar menjadi Rp 88,56 miliar.

Di sisi lain, SDPC juga berhasil menurunkan beban penjualan sebesar 6,88% menjadi Rp 15,33 miliar. Namun beban umum dan administrasi terpantau masih membengkak 8,88%, dari Rp 39,15 miliar menjadi Rp 42,63 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×