Reporter: Leni Wandira | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. UD Trucks Astra Motor Indonesia menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 5% pada 2026, seiring upaya menjaga momentum di tengah tantangan ekonomi dan dinamika pasar kendaraan niaga. UD Trucks melihat sektor logistik dan pertambangan masih menjadi penopang utama permintaan sepanjang tahun ini.
Marketing and Business Development Head UD Trucks Astra Motor Indonesia Christine Arifin mengatakan, tantangan yang dihadapi pada 2026 relatif serupa dengan tahun sebelumnya. Faktor geopolitik global, kondisi ekonomi, hingga tuntutan efisiensi kendaraan dari pelanggan masih menjadi perhatian utama.
“Memasuki 2026, tantangannya masih sama dengan tahun lalu, mulai dari sektor geopolitik, kondisi ekonomi, serta tuntutan efisiensi kendaraan dari customer. Untuk peluang, kami masih terus fokus pada sektor logistik dan mining,” ujar Christine kepada Kontan, Senin (12/1/2025).
Baca Juga: Optimis Hadapi 2026, Isuzu Ungkap Logistik dan FMCG Jadi Penopang Kendaraan Niaga
Dari sisi kinerja, sepanjang 2025 sektor logistik masih menjadi kontributor terbesar penjualan UD Trucks. Untuk menjaga momentum di tengah pasar yang menantang, perseroan menitikberatkan strategi pada penguatan layanan purna jual.
“Di 2025, penjualan terbesar kami masih dari sektor logistik. Untuk menjaga momentum, kami terus fokus pada layanan paket servis yang memberikan kepastian operasional truk, serta edukasi kepada pengemudi untuk meningkatkan keselamatan berkendara dan efisiensi,” kata Christine.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel truk UD Trucks pada Januari–September 2025 tercatat sebanyak 1.021 unit, turun 24,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi penjualan pabrik ke dealer (wholesales), UD Trucks mencatatkan penjualan 1.364 unit pada periode sembilan bulan pertama 2025, atau turun 7,8% secara tahunan. Penurunan wholesales tersebut relatif lebih moderat dibandingkan penurunan penjualan ritel.
Meski demikian, UD Trucks tetap optimistis menatap 2026. Christine menyebut target penjualan tahun ini dipatok lebih tinggi dibandingkan 2025, dengan pertumbuhan di kisaran 5%.
“Iya, target penjualan kami naik dari tahun lalu, di kisaran 5%,” ujar Christine.
Dari sisi prospek pasar, UD Trucks menilai kebutuhan kendaraan niaga di sektor logistik dan distribusi masih akan berlanjut, seiring aktivitas ekonomi dan kebutuhan rantai pasok.
Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, UD Trucks menyiapkan strategi menyeluruh, mulai dari penawaran produk yang efisien, penguatan layanan purna jual, hingga dukungan pembiayaan bagi konsumen.
Terkait dukungan kebijakan, UD Trucks menilai stimulus dari pemerintah masih dibutuhkan untuk mendorong pemulihan dan pertumbuhan pasar kendaraan niaga.
Christine menyebut stimulus idealnya mencakup aspek fiskal dan nonfiskal.
“Untuk stimulus idealnya ada dua, dari sisi fiskal dan nonfiskal. Dari fiskal, pemotongan pajak baik itu PPN maupun PKB. Sementara dari sisi nonfiskal, berkaitan dengan regulasi yang memungkinkan kompetisi secara adil,” imbuhnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bakal Resmikan Proyek RDMP Senilai Rp 123 Triliun
Selanjutnya: Prabowo Janji Bakal Buka Kampus Kedokteran dan Teknik Gratis
Menarik Dibaca: Promo Alfamart Kebutuhan Dapur sampai 15 Januari 2026, Aneka Sarden Mulai Rp 8.900
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













