Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menilai peluang pertumbuhan pasar kendaraan niaga pada 2026 masih terbuka, meskipun industri otomotif dihadapkan pada sejumlah tantangan.
Aktivitas ekonomi yang berkelanjutan di sektor logistik, distribusi barang kebutuhan pokok, FMCG, serta perkebunan dan agribisnis dinilai tetap menopang permintaan kendaraan niaga.
Communication Management Dept Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Puti Annisa Moeloek, mengatakan tantangan industri kendaraan niaga pada 2026 masih cukup beragam.
Dari sisi daya beli, perlambatan pertumbuhan ekonomi global memberikan dampak terhadap pasar domestik. Di sisi lain, penyesuaian regulasi serta kenaikan biaya operasional turut menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja industri.
Baca Juga: Electronic City Umumkan Pemenang Undian Spectacular Surprise 2 Kategori Silver
“Memasuki 2026, tantangan dunia otomotif khususnya kendaraan niaga masih cukup beragam. Dari sisi daya beli yang terlihat dari tren pertumbuhan ekonomi global yang melambat dan berdampak ke Indonesia, dari sisi regulasi yang masih dilakukan banyak penyesuaian, dan biaya operasional yang cenderung naik,” ujar Puti Annisa kepada Kontan, Senin (12/1).
Namun demikian, Isuzu melihat peluang pertumbuhan masih tersedia di sektor-sektor dengan aktivitas ekonomi yang relatif stabil.
“Logistik, distribusi barang kebutuhan pokok, FMCG, serta sektor perkebunan dan agribisnis masih menunjukkan kebutuhan kendaraan niaga yang stabil,” tambahnya.
Dari sisi kinerja, sepanjang 2025 Isuzu mampu mempertahankan pangsa pasar di tengah tekanan pasar kendaraan niaga. Hingga November 2025, market share Isuzu tercatat mencapai 28,8% secara year to date.
Pertumbuhan paling solid datang dari segmen medium pick up, khususnya Isuzu TRAGA.
Menurut Puti, capaian tersebut tidak terlepas dari strategi yang dijalankan perseroan. Isuzu mengandalkan Triple Action Strategy yang mencakup aspek penjualan, layanan purna jual, dan ketersediaan suku cadang.
"Sales dengan menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan, Service dengan jaringan bengkel resmi yang luas serta memastikan kendaraan selalu siap beroperasi, dan Sparepart dengan ketersediaan komponen yang terjamin untuk mendukung produktivitas bisnis pelanggan,” jelasnya.
Memasuki 2026, Isuzu memproyeksikan pasar kendaraan niaga bergerak stabil dengan pertumbuhan yang terukur. Aktivitas logistik dan distribusi nasional diperkirakan tetap menjadi pendorong utama permintaan.
Indikasi pemulihan juga terlihat dari pergerakan pasar kendaraan komersial pada tiga bulan terakhir 2025, yakni periode Oktober hingga Desember, yang menunjukkan tren peningkatan.
“Di 2026, Isuzu memproyeksikan pasar kendaraan niaga bergerak stabil dengan pertumbuhan yang terukur, didorong oleh aktivitas logistik dan distribusi nasional,” kata Puti.
Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, Isuzu akan tetap berfokus pada Triple Action Strategy di seluruh lini bisnis, mulai dari penawaran produk, penguatan layanan purna jual, hingga ketersediaan suku cadang.
Strategi ini diharapkan dapat menjaga daya saing sekaligus mendukung kebutuhan operasional pelanggan di tengah dinamika
Baca Juga: Presiden Prabowo Bakal Resmikan Proyek RDMP Senilai Rp 123 Triliun
Selanjutnya: Ekonom Perkirakan Kebutuhan Belanja Pemerintah Kuartal I-2026 Capai Rp 700 Triliun
Menarik Dibaca: Promo Alfamart Kebutuhan Dapur sampai 15 Januari 2026, Aneka Sarden Mulai Rp 8.900
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











