kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Unit Bisnis Layanan Teknologi Bakal Jadi Motor Penggerak Astra Graphia (ASGR)


Sabtu, 31 Januari 2026 / 14:40 WIB
 Unit Bisnis Layanan Teknologi Bakal Jadi Motor Penggerak Astra Graphia (ASGR)
ILUSTRASI. Astragraphia Xprins (KONTAN/Muradi)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek PT Astra Graphia Tbk (ASGR) pada 2026 dinilai masih positif meski ruang penguatan harga sahamnya mulai terbatas setelah reli tajam sepanjang tahun lalu. Saham ASGR yang melonjak sekitar 76% sepanjang 2025 berpotensi memasuki fase konsolidasi dalam jangka pendek.

Menurut Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi, pelaku pasar kini menunggu validasi kinerja keuangan kuartal I-2026 untuk menjustifikasi valuasi yang sudah naik signifikan.

“Trennya kemungkinan terbatas dan cenderung konsolidasi setelah reli panjang. Pasar menunggu konfirmasi kinerja laporan keuangan kuartal I-2026,” ujar Wafi kepada Kontan, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga: Prajogo Pangestu Tambah 7,3 Juta Saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN)

Dari sisi fundamental, ASGR terus mendorong penguatan bisnis digital, salah satunya melalui solusi percetakan digital dengan nilai proyek di bawah Rp4 miliar. Strategi ini dinilai relevan untuk menyasar segmen industri kreatif dan UMKM yang pertumbuhannya relatif lebih tinggi dibanding pasar perkantoran konvensional.

Selain itu, unit bisnis layanan teknologi informasi melalui anak usahanya, PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan utama perseroan ke depan, seiring percepatan digitalisasi korporasi.

“Unit IT berpotensi menjadi pendorong utama pertumbuhan jangka menengah hingga panjang,” tambah Wafi.

Kinerja keuangan ASGR sendiri tercatat solid, dengan laba bersih tumbuh sekitar 20% per September 2025. Wafi memperkirakan tren pertumbuhan masih bisa berlanjut pada 2026, meski dengan laju lebih moderat di kisaran 10% hingga 15%, didorong peningkatan volume penjualan di lini percetakan digital dan layanan IT.

Pandangan senada disampaikan Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer. Ia menilai keberlanjutan penguatan saham ASGR akan semakin selektif dan sangat bergantung pada konsistensi pertumbuhan fundamental.

“Sebagian sentimen positif sudah tercermin di harga. Ke depan, pergerakan saham akan lebih bergantung pada realisasi kinerja,” jelas Miftah.

Menurutnya, fokus ASGR pada solusi percetakan digital bernilai menengah cukup efektif menjaga stabilitas pendapatan di tengah pasar perangkat keras yang mulai matang. Di saat yang sama, kontribusi AGIT diperkirakan semakin besar, terutama dari layanan cloud, data, dan managed services yang menawarkan margin lebih menarik dibanding bisnis tradisional.

Baca Juga: Daftar Direktur BEI & Bos OJK Mengundurkan Diri Usai IHSG Anjlok 10%

Meski demikian, sejumlah risiko tetap perlu dicermati investor. Mulai dari potensi pelemahan nilai tukar yang bisa menekan biaya impor mesin, tren paperless yang menggerus permintaan cetak konvensional, hingga kemungkinan perlambatan belanja IT korporasi akibat kondisi makro.

Dengan mempertimbangkan kenaikan harga saham yang agresif serta prospek pertumbuhan yang lebih moderat, Wafi merekomendasikan saham ASGR dengan status hold dengan target harga Rp1.750 per saham. Sementara Kiwoom Sekuritas memberikan target harga di kisaran Rp1.720 per saham.

Selanjutnya: Petinggi BCA (BBCA) Tambah 300.000 Saham, Apa Tujuannya?

Menarik Dibaca: Harga Bitcoin Bergerak Liar, Investor Disarankan Berhati-hati

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×