kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.859   41,00   0,24%
  • IDX 8.927   1,42   0,02%
  • KOMPAS100 1.228   0,91   0,07%
  • LQ45 868   -0,05   -0,01%
  • ISSI 324   0,48   0,15%
  • IDX30 440   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 517   -1,56   -0,30%
  • IDX80 137   0,12   0,08%
  • IDXV30 144   -0,03   -0,02%
  • IDXQ30 141   -0,63   -0,45%

UNVR: Divestasi Bisnis Teh SariWangi Ditargetkan Rampung Semester I-2026


Kamis, 08 Januari 2026 / 17:41 WIB
UNVR: Divestasi Bisnis Teh SariWangi Ditargetkan Rampung Semester I-2026
ILUSTRASI. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) resmi mengumumkan divestasi bisnis teh di Indonesia yang menaungi merek SariWangi. (Dok/Sariwangi)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) resmi mengumumkan divestasi bisnis teh di Indonesia yang menaungi merek SariWangi.

Aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi perseroan dalam mengoptimalkan portofolio bisnis dan mempertajam fokus pada kategori inti yang memiliki skala besar serta peluang pertumbuhan berkelanjutan.

Unilever Indonesia menyepakati divestasi bisnis teh tersebut kepada PT Savoria Kreasi Rasa, perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) lokal yang tengah berkembang. Transaksi ini ditargetkan dapat diselesaikan pada semester pertama 2026, setelah seluruh persyaratan penutupan terpenuhi.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, mengatakan divestasi ini diyakini dapat memperkuat posisi SariWangi untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya, sekaligus mendukung strategi jangka panjang Unilever Indonesia.

“Kami yakin transaksi ini akan memperkuat posisi bisnis SariWangi untuk fase pertumbuhan berikutnya. Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dan menegaskan komitmen kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham,” ujar Benjie dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: KKP Berkolaborasi dengan BGN dan Unilever Perkuat Program MBG

Unilever Indonesia mengakuisisi SariWangi pada 1989 dan menjadikannya sebagai pelopor teh celup di Indonesia. Sejak saat itu, SariWangi dikenal sebagai merek yang memiliki tingkat kepercayaan dan loyalitas konsumen yang tinggi.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/1/2026), pihak pembeli tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan. PT Savoria Kreasi Rasa merupakan entitas bisnis yang terafiliasi dengan Grup Djarum.

Penyelesaian transaksi direncanakan dilakukan pada 2 Maret 2026 atau pada tanggal lain yang disepakati oleh kedua belah pihak.

“Pada saat penyelesaian, para pihak akan melakukan tindakan-tindakan penyelesaian, antara lain penandatanganan berita acara serah terima dan/atau perjanjian pengalihan dari aset terkait bisnis tersebut. BTA tunduk pada hukum Republik Indonesia dan setiap sengketa akan diselesaikan melalui arbitrase di Singapore International Arbitration Centre,” ujar Corporate Secretary Unilever Indonesia, Padwestiana Kristanti.

Nilai transaksi yang disepakati mencapai Rp 1,5 triliun di luar pajak. Sementara itu, hasil penilaian independen yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan menunjukkan nilai pasar bisnis tersebut sebesar Rp 1,49 triliun.

Padwestiana menjelaskan, nilai transaksi setara dengan 45% dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025.

 

“Nilai transaksi merupakan 45% dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025,” jelasnya.

Dari sisi kontribusi, total aset bisnis teh SariWangi tercatat sebesar 2,5% dari total aset perseroan. Adapun laba bersih bisnis tersebut setara 3,1% dari laba bersih perseroan, sementara kontribusi pendapatan usaha mencapai 2,7%.

“Dengan demikian, transaksi ini merupakan Transaksi Material yang tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/POJK.04/2020,” lanjut Padwestiana.

Perseroan menegaskan divestasi ini tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha.

Penjualan bisnis teh diharapkan dapat membantu Unilever Indonesia merealisasikan nilai investasi dan mengembalikannya kepada pemegang saham dalam jangka pendek, sekaligus memperkuat fokus pada bisnis inti guna meningkatkan nilai jangka panjang.

Selanjutnya: Ditjen Pajak: 1.011 SPT Kurang Bayar dengan Nilai Rp 57,8 Miliar

Menarik Dibaca: Promo Berhadiah Indomaret Periode 8-21 Januari 2026, Derma Angel Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×