kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.768   59,00   0,33%
  • IDX 6.490   -28,55   -0,44%
  • KOMPAS100 846   -2,62   -0,31%
  • LQ45 640   -1,89   -0,30%
  • ISSI 228   -0,96   -0,42%
  • IDX30 358   -0,95   -0,27%
  • IDXHIDIV20 438   0,05   0,01%
  • IDX80 96   -0,25   -0,26%
  • IDXV30 123   0,79   0,65%
  • IDXQ30 114   -0,25   -0,22%

UMP tahun depan naik 8,51%, KINO pertimbangkan penyesuaian harga dan efisiensi


Minggu, 20 Oktober 2019 / 14:09 WIB
ILUSTRASI. Produk PT. Kino Indonesia seperti larutan penyegar cap kaki tiga. Kino Indonesia menilai kenaikan UMP sebesar 8,51% pada 2020 akan berdampak pada ongkos produksi dan upah buruhnya. KONTAN/Baihaki/26/11/2015


Reporter: | Editor: Tendi Mahadi

Budi Muljanto melanjutkan, per semester I 2019, porsi tenaga kerja langsung KINO menempati porsi di bawah 7%.

"Jika dilihat dari laporan keuangan kami per 30 Juni 2019, porsi tenaga kerja langsung dibandingkan dengan beban pokok penjualan adalah sekitar di bawah 7%," lanjutnya.

Sementara itu, pihaknya masih optimistis dengan pertumbuhan penjualan sektor minuman sampai akhir tahun. KINO sendiri menargetkan sektor minuman bisa berkontribusi ke pendapatan perseroan sebesar 40% tahun ini.

Baca Juga: Dapat dana Rp 2,62 triliun, Tuban Petro yakin bisa menghemat devisa US$ 6,6 miliar

Sementara secara keseluruhan, Budi berkata perseroan menargetkan adanya peningkatan pendapatan 30% dibandingkan tahun 2018.

"Bisnis makanan tahun ini sedang melalui periode transisi karena majority shareholder kami sebelumnya dari Jepang, dan sejak semester I 2019, sudah buyout. Jadi ada perubahan struktur cukup besar. Tapi kontribusi sektor makanan akan tumbuh dibandingkan 2018," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×