kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45922,36   17,52   1.94%
  • EMAS952.000 1,49%
  • RD.SAHAM 1.13%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Usai resmikan pabrik baru, ini rencana ekspansi Chandra Asri (TPIA) selanjutnya


Jumat, 06 Desember 2019 / 17:47 WIB
Usai resmikan pabrik baru, ini rencana ekspansi Chandra Asri (TPIA) selanjutnya
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan), Founder PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) Prajogo Pangestu (kedua kanan), Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra (kiri), Gubernur Banten Wahidin


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - CILEGON. Bertambahnya kapasitas produksi polietilena (PE) PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) diharapkan membawa dampak positif bagi perolehan penjualan perseroan.

Menurut Erwin Ciputra, Presiden Direktur TPIA saat peresmian pabrik, Jumat (6/12) dengan penambahan kapasitas ini akan menghemat devisa senilai Rp 8 triliun lantaran impornya bisa berkurang dengan penambahan produksi dalam negeri.

Baca Juga: Resmikan pabrik polietilena TPIA, Jokowi harap Indonesia tak lagi impor petrokimia

Suhat Miyarso, Sekretaris Perusahaan TPIA bilang penambahan devisa senilai tersebut yang berasal dari kapasitas pabrik PE baru sebesar 400 ribu ton juga akan mengerek peningkatan revenue perusahaan kisaran level itu pula. "Namun memang efeknya baru dirasakan (full year) 2020 nanti," terangnya ditemui usai peresmian, Jumat (6/12).

Adapun usai melakukan penambahan PE, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) tak berhenti di situ saja. Produsen petrokimia ini akan terus berekspansi paling tidak hingga lima tahun ke depan.

Suhat Miyarso bilang salah satu proyek selanjutnya yaitu merampungkan pabrik MBTE dan Butene-1. Dalam materi paparan publik perseroan disebutkan estimasi pabrik tersebut jalan sekitar kuartal tiga 2020.

Baca Juga: Resmikan pabrik PE baru, Chandra Asri (TPIA) bakal kebut komplek petrokimia tahap dua

Menurut manajemen produk yang dihasilkan pabrik tersebut akan membantu rantai pasokan bahan baku petrokimia, sebagaimana diketahui MBTE dan Butene-1 merupakan bahan pendukung produksi polietilena (PE). Adapun kapasitas produksi MBTE dan Butene-1 yang tengah dibangun kisaran 130 ribu ton dan 43 ribu ton per tahun dengan nilai investasi US$ 87 juta.

Selain itu perusahaan juga akan membangun komplek petrokimia tahap II atau yang disebut CAP II. Manajemen optimistis mega pabrik tersebut akan rampung di 2024.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×