kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Virus corona pengaruhi industri CPO hingga mamin Indonesia


Minggu, 09 Februari 2020 / 17:33 WIB
Virus corona pengaruhi industri CPO hingga mamin Indonesia
ILUSTRASI. Panen kelapa sawit di Bogor, Senin (1/7). Penyebaram virus korona di China mempengaruhi kondisi industri di Indonesia. KONTAN/Baihaki/1/7/2019

Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyebaran virus corona di China mempengaruhi kondisi industri di Indonesia. Salah satu industri yang terdampak adalah industri kelapa sawit. Virus corona dinilai menekan ekonomi China sehingga berpengaruh pada ekspor sawit Indonesia ke China.

Baca Juga: Virus corona menyerang, begini efeknya ke pasokan bahan baku emiten farmasi

"Indonesia mengekspor sawit ke China kira-kira 5 juta ton setahun," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (9/2).

Meaki begitu Joko berharap perlambatan tersebut bersifat sementara. Sehingga nantinya ekspor Indonesia ke China bisa kembali meningkat.

Selain minyak sawit, ekspor andalan Indonesia ke China lainnya adalah karet. Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) telah menyampaikan laporan kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Ketua Gapkindo Moenardji Soedargo menyatakan dalam laporan tersebut sejumlah perusahaan melaporkan terjadi penundaan pembayaran. Hal itu dikarenakan sejumlah perusahaan libur sesuai dengan kebijakan pemerintah China.

Baca Juga: Malaysia perluas larangan bepergian ke China, di tengah merebaknya virus corona

"China merupakan salah satu pembeli karet terbesar di Dunia," terang Moenardji.

Oleh karena itu masalah virus corona di China menyebabkan penurunan harga karet. Termasuk bagi perusahaan di Indonesia meski pun mayoritas ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS).




TERBARU

Close [X]
×