kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.737.000   34.000   1,26%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Wacana penyesuaian tarif ojol, Kemenhub: Bukan berarti pasti naik


Selasa, 21 Januari 2020 / 09:06 WIB
Wacana penyesuaian tarif ojol, Kemenhub: Bukan berarti pasti naik
ILUSTRASI. pengendara ojek online motor grab membawa penumpang di jalan Fatmawati Jakarta selatan Kamis (15/08/2019). Merespon wacana kenaikan tarif ojol, Kemenhub bilang bukan berarti naik. Pho KONTAN/Achmad Fauzie


Reporter: Amalia Fitri | Editor: Tendi Mahadi

Para driver meminta tarif disesuaikan per provinsi bukan per zona seperti dalam Kepmen 348.

Sementara itu, melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019 yang merupakan turunan atas Permenhub 12/2019, tarif diatur berdasarkan zonasi.

Baca Juga: Pembobolan saldo Gopay, antara hacker, kelengahan korban dan perusahaan

Ketentuan tarif untuk masing-masing zona adalah, Zona I (Sumatra, Jawa, Bali kecuali Jabodetabek): Rp 1.850-2.300 per km dengan biaya minimal Rp 7.000-10.000.

Berikutnya Zona II (Jabodetabek): Rp 2.000-2.500 per km dengan biaya minimal Rp 8.000-10.000.

"Sementara ini pembahasannya baru untuk roda dua saja," kata Hengki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×