kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Wacana pulau karantina untuk sapi impor menunggu persetujuan presiden


Rabu, 02 Januari 2019 / 11:54 WIB
Wacana pulau karantina untuk sapi impor menunggu persetujuan presiden
ILUSTRASI. Sapi bakalan Belgian Blue

Reporter: Kiki Safitri | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wacana Kementerian Pertanian (Kemtan) untuk membuat pulau karantina bagi sapi-sapi impor sejauh ini masih terkendala. Menurut Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Kementan Agus Sunanto, keputusan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait hal ini masih menunggu persetujuan Presiden.

"RPP-nya sudah selesai di bahas awal Desember 2018 dan sudah selesai di Menkumham (Menteri Hukum dan HAM), ini akan diajukan ke presiden," kata Agus kepada KONTAN.CO.ID, Rabu (2/1).


Agus menjelaskan bahwa pembangunan pulau karantina ini akan dilaksanaka usai Presiden menyetujui RPP yang diajukan. Ia pun menjelaskan bahwa pulau karantina ini tak bisa dirampungkan di tahun 2019, karena kajian akan memakan waktu yang cukup lama.

"Kayanya belum (selesai tahun 2019) karena untuk melakukan kajian pulau, banyak yang harus dilalui," jelasnya.

Beberapa kajian terkait persetujuan pulau karantina ini harus melewati Menteri Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan dan Tata Kelola wilayah yang akan dijadikan pulau karantina.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Banun Harpini menyebut bahwa sejauh ini perkembangan rencana pulau karantina masih menunggu pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah secara legal. Hal ini karena segala persyaratan teknis pembangunan harus memiliki payung hukum.

"Status saat ini kami masih menanti PP pulau Karantina terbit dahulu karena di dalam PP tersebut mengatur persyaratan teknis pembangunan pulau katantina," jelas Banun.

 




TERBARU

Close [X]
×