kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.798   -52,00   -0,31%
  • IDX 8.946   -5,07   -0,06%
  • KOMPAS100 1.239   4,77   0,39%
  • LQ45 878   4,80   0,55%
  • ISSI 328   -0,75   -0,23%
  • IDX30 448   -1,24   -0,28%
  • IDXHIDIV20 530   -2,01   -0,38%
  • IDX80 138   0,62   0,45%
  • IDXV30 147   -0,70   -0,47%
  • IDXQ30 144   -0,28   -0,20%

Wamendag: Nilai Pasar Gim Nasional Diproyeksi Capai US$ 2,5 Miliar


Senin, 26 Januari 2026 / 13:10 WIB
Wamendag: Nilai Pasar Gim Nasional Diproyeksi Capai US$ 2,5 Miliar
ILUSTRASI. Nilai pasar gim (game) nasional diproyeksikan sebesar US$ 2,5 miliar. (industri perdagangan/Industri Perdagangan)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengungkap bahwa nilai pasar gim (game) nasional diproyeksikan sebesar US$ 2,5 miliar.

Menyadari potensi besar itu, Roro mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendukung penguatan industri gim lokal melalui penyediaan pasar khusus (captive market), serta sinergi promosi lintas kementerian dan platform.

"Dalam konteks perdagangan, gim merupakan komoditas kreatif yang mampu menggerakkan berbagai subsektor ekonomi, sekaligus membuka peluang ekspor berbasis kekayaan intelektual Indonesia," ujarnya dalam pembukaan LapakGaming Battle Arena Series 3 di Jakarta, dikutip dari siaran pers, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga: Industri AMDK Minta Waktu Transisi untuk Implementasi Larangan Truk Sumbu 3

Menurut Roro, monetisasi industri gim tidak berhenti pada penjualan gim atau isi ulang (top up), tetapi juga mencakup dagangan pendukung (merchandise), komik, animasi, hingga kolaborasi dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel.

Ia juga mengungkap, berdasarkan data Agate Whitepaper pada 2025, Indonesia menempati posisi ketiga terbesar di dunia dari sisi jumlah unduhan gim, serta memiliki lebih dari 192 juta pemain gim (gamer). Angka ini sekitar 43% dari total pemain gim di Asia Tenggara.

Namun demikian, Roro melihat potensi pasar gim yang besar tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh pengembang gim nasional.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi pengembang gim nasional bukan terletak pada kualitas maupun kreativitas produk. Namun, tantangan terletak pada keterbatasan akses terhadap etalase digital, visibilitas, distribusi, serta pengembangan mekanisme monetisasi yang selaras dengan karakter konsumen Indonesia.

Oleh karena itu, ia bilang, diperlukan pembangunan jalur monetisasi yang konkret dan inklusif bagi pengembang gim lokal, agar dapat menjembatani antusiasme konsumen dengan transaksi ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Punya Pengendali Baru, Asri Karya Lestari (ASLI) Percepat Ekspansi Lini Konstruksi

"Ke depan, tugas kita bukan hanya menciptakan gim yang berkualitas, tetapi memastikan potensi pasar yang besar ini benar-benar terkonversi menjadi nilai ekonomi bagi pengembang gim nasional," imbuh Roro.

Selanjutnya: 7 Promo Kopi Payday Januari 2026, Nikmati Diskon hingga 70% di Starbucks

Menarik Dibaca: 7 Promo Kopi Payday Januari 2026, Nikmati Diskon hingga 70% di Starbucks

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×