Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan Pendapatan Usaha sebesar Rp395,10 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini mencerminkan kenaikan tipis dibandingkan Rp 394,70 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Mengutip siaran pers yang diterima Kamis (23/4/2026), pendapatan usaha perusahaan pada periode ini didukung oleh tiga lini bisnis utama, yaitu segmen Beton Precast, Beton Readymix and Quarry, serta Jasa Konstruksi yang menjadi penggerak operasional perusahaan.
Jika diperinci, kontribusi terbesar pendapatan usaha kuartal I-2026 berasal dari segmen Beton Precast sebesar Rp142,86 miliar atau 36,16%, segmen Beton Readymix and Quarry sebesar Rp96,77 miliar atau 24,49%, dan segmen Jasa Konstruksi sebesar Rp155,46 miliar atau 39,35%.
Baca Juga: Pendapatan Waskita Beton (WSBP) Turun 20% di 2025, Rugi Berkurang 46%
Sejalan dengan capaian tersebut, WSBP juga membukukan Laba Kotor sebesar Rp49,39 miliar.
“WSBP terus menjaga kinerja operasional yang optimal melalui penerapan efisiensi secara konsisten di seluruh lini usaha,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, dalam keterangannya.
Dia melanjutkan, pendapatan selama tiga bulan pertama tahun ini dihasilkan dari kontribusi berbagai proyek strategis di Indonesia, di antaranya Pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura TA 2025, Proyek Jalan Tol Palembang-Betung Seksi 1 dan Seksi 2, Proyek Marunda Expansion Phase 3, serta Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Paket 3.
Selain itu, WSBP juga terus menjalankan berbagai langkah efisiensi biaya untuk memperkuat kinerja keuangan. Pihaknya berhasil menurunkan Beban Penjualan sebesar Rp23,44 miliar atau turun 20,99% secara tahunan.
Baca Juga: Waskita Beton Precast (WSBP) Ubah Jajaran Pengurus, Indra Utama Jadi Komisaris Utama
Perusahaan juga mencatatkan penurunan Beban Umum dan Administrasi sebesar Rp82,73 miliar atau turun 22,34% secara tahunan
“Dengan portofolio proyek yang berjalan serta optimalisasi aset yang dimiliki, WSBP berkomitmen untuk mempertahankan produktivitas dan memberikan nilai tambah bagi pembangunan infrastruktur nasional,” tambahnya.
Ke depan, WSBP akan terus berfokus pada peningkatan produktivitas, optimalisasi aset produksi, serta pelaksanaan proyek secara tepat waktu dan berkualitas.
Hingga akhir kuartal pertama, WSBP tercatat membukukan rugi bersih periode berjalan sebesar Rp 144,70 miliar. Kerugian ini melonjak dibandingkan kerugian di kuartal I-2025 yang senilai Rp 87,40 miliar.
Baca Juga: WSBP Bayar CFADS Tahap VII Senilai Rp109,22 Miliar, Proyek Tetap Berjalan Lancar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













