Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 1,57 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini mencerminkan penurunan 20% dibandingkan Rp 1,91 triliun di tahun sebelumnya.
Merujuk siaran pers yang diterima pada Jumat (27/3/2026), kontribusi terbesar pendapatan 2025 berasal dari segmen beton precast yang mencatatkan nilai sebesar Rp 740,43 miliar atau sekitar 47,2% dari total pendapatan usaha.
Segmen Readymix and Quarry memberikan kontribusi sebesar Rp 504,65 miliar atau 32,1%, dan segmen Jasa Konstruksi menyumbang Rp324,50 miliar atau sekitar 20,7%.
Baca Juga: Mendag dan Menko Pangan Tinjau Harga Bahan Pokok Pasca Lebaran, Minyakita Turun
Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, menyatakan pencapaian WSBP selama 2025 dihasilkan dari kontribusi perusahaan dalam berbagai proyek prioritas di Indonesia, di antaranya Proyek Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 2, Proyek Jalan Tol Ciawi–Sukabumi Seksi 3B, Proyek Pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang (Cileles–Panimbang) Fase 2 Paket 3, Pembangunan Sekolah Rakyat, serta Pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura TA 2025.
“WSBP terus berupaya menjaga produktivitas dan kualitas layanan melalui pengelolaan operasional yang lebih efisien dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur tanah air,” ujar Fandy, dalam keterangannya.
Sejalan dengan hal tersebut, WSBP juga membukukan laba kotor sebesar Rp 274,47 miliar dengan gross profit margin (GPM) sebesar 17,5%. Hal ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga efisiensi operasional serta optimalisasi proses produksi dan pelaksanaan proyek.
Selain itu, manajemen terus menjalankan berbagai langkah efisiensi untuk memperkuat kinerja keuangan. Sepanjang tahun 2025, WSBP menurunkan biaya penjualan sebesar 27,78% serta menekan biaya umum dan administrasi hingga 19,66%.
Upaya ini merupakan hasil dari implementasi strategi efisiensi biaya yang dilakukan secara konsisten di berbagai lini operasional perusahaan.
“WSBP terus mendorong strategi penguatan pasar, efisiensi dan optimalisasi proses bisnis guna menjaga stabilitas kinerja perusahaan dan memastikan keberlanjutan usaha di tengah volatilitas ekonomi global,” tambah Fandy.
Baca Juga: Arus Balik, Volume Kendaraan di Ruas Tol Astra Infra Naik 116% dari Kondisi Normal
Hingga akhir 2025, WSBP masih membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp 537,36 miliar. Namun, kerugian tersebut berhasil ditekan hingga 46% dari posisi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 997,30 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













