kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Waspada, harga minyak goreng bakal naik


Selasa, 12 Oktober 2010 / 11:09 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia - Jepang


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Edy Can

JAKARTA. Harga minyak goreng berpotensi mendidih lagi. Pasalnya, harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk kontrak pengiriman Desember sudah melonjak ke harga US$ 948 per ton. Harga ini merupakan yang tertinggi sejak 1 Agustus 2008 lalu.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Subagyo memperkirakan kenaikan harga minyak goreng tidak akan langsung oleh industri. Dia memperkirakan kemungkinan harga minyak goreng baru naik satu atau dua bulan ke depan setelah Desember nanti.

Subagyo bilang, minyak goreng merupakan salah satu komoditi yang sangat dipengaruhi oleh harga dunia. Dia mengatakan tren kenaikannya mengikuti harga di pasar dunia. Sementara, pemerintah tidak memiliki instrumen untuk menurunkan harga di dalam negeri karena sudah bergantung kepada mekanisme pasar.

Pada awal Oktober lalu, harga minyak goreng rata-rata nasional sudah mencapai Rp. 10.000 per kilogram. Jika harga CPO tak beranjak turun, maka harga minyak goreng akan mengalami kenaikan melebihi harga rata-rata nasional saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×