Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Hendra Gunawan
JAKARTA. Setelah mendapat kontrak pengerjaan ruas jalan tol seksi E2 Rorotan - Cilincing, PT Waskita Karya Tbk (WIKA) kembali meraih kontrak pekerjaan terakhir akses ruas jalan tol menuju Pelabuhan Tanjung Priok.
Perusahaan pelat merah ini menggandeng Tobishoma, perusahaan konstruksi asal Jepang, untuk menggarap proyek NS direct ramp, sebagai penghubung ruas Simpang Jampea ke ruas jalan tol menuju Pluit, Jakarta Utara.
Dalam kerjasama ini, Wika memegang porsi sebesar 49%, sisanya oleh Tobishima. Sayang, Made Pasek, General Superintendent Wijaya Karya belum mau mengungkap skema pembagian kerja untuk menyelesaikan proyek ini. Yang jelas, penyelesaian ruas jalan tol sepanjang 1,1 kilometer (km) ini akan dikerjakan secara bersama-sama.
Nilai investasi proyek ini senilai Rp 280 miliar. Dana bersumber dari pinjaman luar negeri dari Pemerintah Jepang. Rencananya, proyek pembangunan jalan tol layang itu akan dikerjakan selama 18 bulan. “Proyek akan mulai berlangsung Januari 2014 dan diperkirakan selesai Juni 2015," katanya, Senin (18/11).
Adapun lahan untuk proyek ini sudah terbebaskan sekitar 85,21% atau seluas 3.463 meter persegi (m²).
Djoko Murjanto, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebut, persoalan pembebasan lahan tidak akan menjadi kendala. Ia optimistis pembebasan sisa lahan yang tinggal 601 m² segera selesai. Malah, dengan lahan yang ada saat ini, pengerjaan sudah bisa dikerjakan.
Lelang pengelola tol
Setelah proyek ini rampung, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU juga akan langsung membuka lelang untuk mengelola ruas jalan tol Priok. Paling cepat, lelang pengelola tol dilaksanakan tahun 2015.
Djoko memperkirakan, pemenang lelang tidak harus mengembalikan dana investasi tetapi cukup membiayai operasional dan perbaikan tol saja. “Ini masih kami bahas, mekanismenya nanti seperti apa, BPJT yang menentukan,” imbuhnya.
Menurut Djoko, penyelesaian proyek terakhir Tol Priok ini akan memperlancar akses masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok. Nantinya, kendaraan dari ruas jalan tol Cikampek tidak perlu masuk ke ruas jalan tol dalam kota untuk menuju Priok. Selain memperlancar arus ke pelabuhan, ruas jalan tol ini juga akan sedikit menekan kemacetan di tol dalam kota.
Proyek ruas jalan tol pelabuhan Tanjung Priok sepanjang 11,36 km terbagi dalam lima seksi pengerjaan. Ruas jalan tol ini terkoneksi dengan ruas jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), ruas jalan tol Pelabuhan (Harbour Toll Road), serta ruas jalan Tol dalam kota (Jakarta Intra Urban Tollway). Penyelesaian proyek ini dipekirakan akan menghabiskan anggaran Rp 3,6 triliun.
Adapun empat seksi sebelumnya adalah seksi E1 Rorotan-Cilincing sepanjang 3,4 km yang konstruksinya telah selesai serta sudah bebas digunakan tanpa tarif. Kemudian, seksi E2 Cilincing-Jempea sepanjang 2,74 km dengan konstruksi sudah mencapai 40,4%.
Lantas, ada seksi E2A Jampea-Simpang Jampea sepanjang 1,92 km dengan konstruksi saat ini mencapai 36,39% dan seksi NS Link Simpang Jampea-Yos Sudarso sepanjang 11,58 km yang dimenangkan Wika dan konsorsium dengan konstruksi mencapai 98,3%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News