kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Wijaya Karya (WIKA) Kaji Dampak Lonjakan Harga Energi ke Proyek Konstruksi pada 2026


Senin, 16 Maret 2026 / 16:26 WIB
Wijaya Karya (WIKA) Kaji Dampak Lonjakan Harga Energi ke Proyek Konstruksi pada 2026
ILUSTRASI. Wijaya Karya (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menilai dinamika harga energi global, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi memengaruhi biaya operasional proyek konstruksi pada awal tahun 2026.

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin mengatakan, faktor-faktor tersebut dapat berdampak pada komponen yang berkaitan dengan energi, logistik, serta sejumlah material industri dan peralatan konstruksi.

“Kenaikan harga BBM, dinamika harga energi global, serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tentu berpotensi memengaruhi biaya operasional proyek, khususnya pada komponen yang berkaitan dengan energi, logistik, serta beberapa material industri dan peralatan konstruksi. Tentunya ada beberapa item yang sudah kami lakukan mitigasi dalam manajemen risiko,” ujar Ngatemin, kepada Kontan.co.id, Senin (16/3). 

Baca Juga: Kemendag Perluas Jaringan Bisnis Pasar Ekspor, Targetkan Enam Negara Mitra

Dia menambahkan, saat ini perusahaan masih melakukan kajian lebih lanjut untuk melihat sejauh mana dampak kondisi tersebut terhadap operasional maupun struktur biaya proyek yang sedang berjalan. 

Di tengah berbagai dinamika tersebut, WIKA tetap mencatatkan perolehan kontrak baru pada awal tahun ini. Hingga Januari 2026, perusahaan telah membukukan kontrak baru sebesar Rp 724 miliar.

Dari total kontrak baru tersebut, kontribusi terbesar berasal dari sektor Infrastructure & Building sekitar 47%. Sementara itu, sektor Industri penunjang konstruksi menyumbang sekitar 45,6% terhadap total kontrak baru yang diraih perseroan.

Secara umum, WIKA tetap optimistis terhadap prospek industri konstruksi sepanjang tahun 2026. Optimisme ini didukung oleh meningkatnya anggaran infrastruktur secara nasional serta adanya program swasembada energi dan hilirisasi.

Program-program tersebut dinilai dapat mendorong pertumbuhan proyek konstruksi sekaligus membuka peluang kontrak baru bagi para pelaku industri konstruksi.

Baca Juga: Bazar Murah di Tengah Lonjakan Harga, Gramedia Gelar Ramadan Berkah Market 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×