kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Wismilak dan dilema pertumbuhan jumlah perokok


Jumat, 07 Desember 2012 / 13:04 WIB
ILUSTRASI. Membeli rumah subsidi menggunakan fasilitas dari kementerian PUPR yaitu FLPP. Namun, hanya bagi pegawai dengan pendapatan di bawah Rp 8 juta. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sebagai perusahaan yang memproduksi rokok, PT Wismilak Inti Makmur harus mengalami dilema. Hal itu terkait dengan pertumbuhan jumlah perokok di Indonesia.

Perasaan dilema cukup terlihat saat Corporate Secretary Wismilak, Surjanto Yasaputera ditanya soal prediksi jumlah perokok Indonesia di tahun depan.

"Bagaimana ya? Kami pasti berharap bisnis Wismilak terus tumbuh, tapi bukan berarti berharap jumlah perokok ikut bertambah," katanya di sela-sela penawaran umum saham Wismilak, Jumat (7/12).

Sebagai pertimbangan, industri rokok di Indonesia tumbuh 4-6% tiap tahunnya. Bahkan, tahun depan jumlah produksi industri rokok diperkirakan mencapai 300 miliar batang.

Dari jumlah itu, Wismilak hanya menguasai pangsa pasar sebanyak 1% atau sekitar 3 miliar batang. Sementara, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), jumlah perokok Indonesia merupakan terbesar ke-3 dunia.

"Dengan melihat data itu, memang bisnis Wismilak masih cukup potensial," ungkap Surjanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×