kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.814   -85,00   -0,50%
  • IDX 8.396   124,32   1,50%
  • KOMPAS100 1.183   18,77   1,61%
  • LQ45 848   12,48   1,49%
  • ISSI 300   4,67   1,58%
  • IDX30 445   8,19   1,88%
  • IDXHIDIV20 530   8,41   1,61%
  • IDX80 132   1,86   1,43%
  • IDXV30 145   1,60   1,12%
  • IDXQ30 143   2,42   1,73%

Wow! Penjualan kondominium laris manis


Kamis, 19 Juli 2012 / 10:34 WIB
Wow! Penjualan kondominium laris manis
ILUSTRASI. Kurs dollar-rupiah di BNI hari ini Kamis 24 Juni 2021, periksa sebelum tukar valas./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/22/06/2021.


Reporter: Melati Amaya Dori | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Penjualan properti di Indonesia ternyata masih berkibar walaupun kondisi perekonomian global terguncang. Ancaman krisis global yang dipicu krisis utang di Eropa ternyata tidak menyurutkan daya beli kondominium di Indonesia.

Hasil riset dari konsultan properti Jones Lang LaSalle menyebutkan, lebih dari separuh dari 27.400 unit suplai kondominium yang akan berdiri di Jakarta sampai 2015 sudah dipesan habis. Lebih detail, sekitar 63% suplai kondominium di Jakarta sampai 2015 sudah ada pembelinya atau sekitar 17.262 unit.

Luke Rowe, Residential Project Marketing Group Head Jones Lang LaSalle mengungkapkan, tingginya permintaan tersebut disebabkan oleh beberapa alasan, yakni; suku bunga di Indonesia yang relatif rendah.

Suku bunga ini menarik perhatian kelas menengah ke atas Jakarta untuk berinvestasi di sektor properti kondominium. "Serta ada keinginan bertempat tinggal di tengah kota," kata Luke di Jakarta, Kamis (18/7).

Berdasarkan analisis dari Jones Lang LaSalle juga, kondominium yang ada di Jakarta saat ini sudah mencapai 79.700 unit. Dari jumlah kondominium tersebut, sekitar 92,5 % diantaranya sudah terserap.

Dampak dari kenaikan permintaan kondominium tersebut, harga kondominium kuartal II naik 6,4% jika dibandingkan kuartal I tahun yang sama. Untuk kondominium kelas atas, harganya sudah naik menjadi Rp 25 juta per meter persegi (m2).

Sedangkan kondominium kelas menengah, harga belinya sudah naik menjadi Rp 16 juta per m2. Dan begitu pula dengan harga kondominium kelas menengah ke bawah yang sudah naik menjadi Rp 9 juta per m2.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×