kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

XL minta pemerintah gelar tata ulang frekuensi 3G


Senin, 21 April 2014 / 12:25 WIB
ILUSTRASI. Delameta Bilano berkomitmen untuk terus meluncurkan produk inovasi terbaru dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi.


Reporter: Merlinda Riska | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. PT XL Axiata Tbk (EXCL) meminta pemerintah untuk melakukan tata ulang kembali di frekuensi 2,1 GHz (frekuensi 3G).

Menurut Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi, di dalam surat XL ke pemerintah tentang pengembalian frekuensi merger XL-Axis di blok 8 dan blok 12 pada frekuensi 2,1 GHz, XL meminta pemerintah supaya frekuensi ini bisa ditata ulang.

"Harapannya pada tata ulang itu, jika diizinkan kami bisa menempati blok 8-9-10. Sementara yang blok 11-12 bisa ditender lagi," kata dia.

Namun, sebelum ditenderkan, harapannya blok 11-12 itu sudah bersih dari interferensi. Sebab, saat ini pihak XL menemukan tingginya interferensi sinyal PCS 1900 milik Smart Telecom ke blok 11-12 yang ditempati Axis.

"Kami sudah coba tutup pakai filter, tapi masih saja interferensinya tinggi. Jadi, mohon kepada para pelanggan untuk bisa bersabar," katanya.

Sementara itu, pihak XL belum bisa mengungkapkan kepastian untuk mengikuti tender di limpahan frekuensi merger XL-Axis.

"Kami lihat dulu aturannya, apakah diizinkan ikut. Lalu kami perhitungkan kebutuhan kami, apakah kami masih butuh tambahan blok atau tidak," ucap Hasnul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×