kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.664
  • SUN103,07 -0,13%
  • EMAS601.968 0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Fleksibilitas pembelian beras oleh Bulog jadi 20%, ini kata pengamat

Senin, 12 Februari 2018 / 17:49 WIB

Fleksibilitas pembelian beras oleh Bulog jadi 20%, ini kata pengamat
ILUSTRASI. BERAS BULOG

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah menetapkan fleksibilitas pembelian gabah/beras Perum Bulog menjadi sebesar 20%.

Meski begitu, pengamat pertanian dari Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas Santoso mengatakan, adanya fleksibilitas yang semakin tinggi ini tidak akan berpengaruh besar pada petani.

“Pengaruhnya tidak akan signifikan karena yang dibutuhkan justru Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang relatif memadai ketika panen raya,” ujar Dwi kepada Kontan.co.id, Senin (12/2).

Menurut Dwi, filosofi penetapan HPP ditujukan untuk melindungi petani ketika harga gabah anjlok saat panen raya. Karena itu, meski terdapat fleksibilitas hingga 20% namun HPP untuk Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani tetap Rp 3.700 per kg.

Dwi menambahkan, biasanya petani menjual gabahnya kepada pengepul atau tengkulak. Hal ini karena petani tidak memiliki kapasitas penyimpanan serta pengeringan yang memadai.

Sementara, pemerintah pun memiliki keterbatasan dalam menyerap seluruh gabah petani. “Menyerap 10% dari total produksi saja, sudah luar biasa,” ujarnya.

Dia pun mengatakan, HPP yang telah diterapkan pemerintah tersebut menjadi patokan tengkulak dan pengepul dalam menyerap gabah. Sementara bila harga HPP tinggi, akan lebih berpengaruh pada kesejahteraan petani.

Lebih lanjut Dwi mengatakan, sebaiknya pemerintah menetapkan HPP yang rasional. Dia bilang, seharusnya HPP gabah saat ini minimal Rp 4.300 per kg, lantaran ongkos produksi untuk 1 kg gabah di tingkat petani sudah mencapai Rp 4.286 per kg.

Di lain sisi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan adanya peningkatan fleksibilitas ini lantaran harga gabah/beras yang belum menurun. Sementara, Dwi berpendapat pemerintah seharusnya tidak ikut panik ketika adanya kesulitan membeli gabah.


Reporter: Lidya Yuniartha
Editor: Yudho Winarto

BULOG

Berita terbaru Industri

Tag
Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
26 March 2018 - 27 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]