INDUSTRI
Berita
GAPKINDO: Setelah April, Harga Karet Cenderung Turun

EKSPOR KARET

GAPKINDO: Setelah April, Harga Karet Cenderung Turun


Telah dibaca sebanyak 1522 kali
GAPKINDO: Setelah April, Harga Karet Cenderung Turun

JAKARTA. Kendati nilai ekspor karet pada periode Januari hingga April 2010 kinclong, namun Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) memprediksi ekspor karet tersebut akan mulai mengkeret pada bulan Mei 2010. Pasalnya, mulai Mei 2010 lalu harga karet mulai turun bila dibandingkan harga yang terbentuk pada periode Januari hingga April 2010.

“Harga mengalami penurunan setelah April 2010,” kata Ketua Umum Gapkindo, Asril Sutan Amir kepada KONTAN, hari ini. Buntutnya, nilai ekspor juga tidak akan sebaik Januari-April lalu. Selain itu, Asril menilai, harga karet turun mengikuti tren pasar yang melemah.

Kenaikan ekspor yang terjadi pada Januari-April dipicu oleh tingginya permintaan. Selain itu, tingginya harga pada periode itu juga disurung oleh curah hujan yang tinggi.

“Ada kekhawatiran pasar karena Januari hingga April 2010 lalu masih terganjal cuaca, sehingga harga ikut naik,” kata Asril. Itu sebabnya, kinerja periode Januari hingga April 2010 pun lebih baik ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan, nilai ekspor karet per April 2010 sebesar US$ 1.913,8 juta, atau melesat 155,20% dari periode yang sama tahun lalu yang hanya membukukan US$ 757,0 juta. Tahun lalu ekspor karet terbilang memble, namun mulai membaik lagi di kuartal I tahun 2010. Asal tahu saja, sepanjang 2009 lalu Indonesia mencatatkan nilai ekspor karet sebesar US$ 2.952,0 juta, turun dari tahun 2008 yang sempat menembus US$ 5.484,7 juta.

Saat ini, Gapkindo memprediksi harga karet berada dibawah US$ 3 per kg atau mengalami penurunan rata-rata 5% dibandingkan harga Januari hingga April lalu.



Telah dibaca sebanyak 1522 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..