INDUSTRI
Berita
Harga jagung global naik, harga pakan makin mahal

HARGA JAGUNG

Harga jagung global naik, harga pakan makin mahal


Telah dibaca sebanyak 1586 kali
Harga jagung global naik, harga pakan makin mahal

JAKARTA. Melambungnya harga jagung yang terjadi belakangan berpotensi kan mendongkrak harga pakan ternak. Sebab, "Bahan baku pakan ternak itu 50%nya adalah jagung," kata Ketua Gabungan Pengusaha Pakan Ternak (GPMT) Sudirman.

Saat ini harga jagung lokal sudah mulai naik menjadi Rp 2800 per kg dari sebelumnya yang sebesar Rp 2.400 per kg. Salah satu pemicu kenaikan ini adalah AS sebagai negara produsen jagung dan eksportir terbesar kemungkinan tak akan memenuhi panenan seperti yang diprediksikan semula. Selain itu, pemicu terkereknya harga jagung ini adalah wilayah penghasil jagung di China yang dilanda banjir.

Menurut Accuweather.com, Midwest, produsen jagung terbesar di AS, akan lebih kering dari biasanya dalam 10 hari mulai 27 Agustus 2010. Sementara itu, area pengembangan jagung di China, termasuk Heilongjiang dan Liaoning, akan mendapatkan curah hujan 1,2h inci yang berpotensi menimbulkan banjir.

Akibat kenaikan harga jagung ini, Sudirman bilang mau tidak mau akan berakiat pada kenaikan harga pakan ternak. Dalam hitungannya, dengan kenaikan harga jagung saat ini akan berakibat pada kenaikan harga pakan ternak sebesar Rp 150 per kg.

Telah dibaca sebanyak 1586 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..