: WIB    —   
indikator  I  

Harga lada semakin murah

Harga lada semakin murah

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga lada semakin murah. Tren penurunan lada mulai tahun 2015.

"Masalah harga memang berat, salah satu solusi coba berkumpul dengan para eksportir kalau perlu barangnya ditahan," ujar Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Infrastruktur dan Investasi, Muhammad Abduh ketika memberikan sambutan saat pemberian penghargaan petani lada terbaik International Pepper Community (IPC), Senin (13/11).

Abduh bilang saat ini harga lada di tingkat sebesar Rp 50.000 per kilogram (kg). Sementara pada tahun 2015 merupakan puncak harga tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Harga lada pada tahun 2015 mencapai Rp 150.000 per kg.

Sementara ketimpangan harga di ritel modern diakui Abduh telah terjadi. Abduh bilang harga lada putih di ritel modern mencapai Rp 330.000 per kg.

Ketimpangan harga tersebut perlu menjadi perhatian. Abduh meminta Kementerian Perdagangan (Kemdag) melakukan pengawasan terhadap mata rantai perdagangan lada.

Produktivitas Indonesia pun diakui masih jauh di bawah negara yang tergabung dalam IPC. Dari 5 negara yang tergabung dalam IPC seperti Vietnam, Sri Lanka, India, dan Malaysia, rata-rata produksi lada Indonesia masih rendah.

Rata-rata produksi Indonesia sebesar 0,6 ton per hektare tiap tahunnya. Sementara Vietnam bisa mencapai 3,2 ton per hektare tiap tahun.

Meski begitu, Indonesia masih merupakan produsen lada terbesar kedua di Dunia. Produksi lada Indonesia sebesar 82.000 ton per tahun. Angka tersebut masih di bawah Vietnam sebagai produsen terbesar yang mencapai 150.000 ton per tahun.


Reporter Abdul Basith
Editor Yudho Winarto

KOMODITAS

Feedback   ↑ x
Close [X]