| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.502
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS601.968 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

IPA ingin industri hulu migas Indonesia lebih kompetitif di level global

Kamis, 12 April 2018 / 17:01 WIB

IPA ingin industri hulu migas Indonesia lebih kompetitif di level global
ILUSTRASI. Direktur Medco Ronald Gunawan Jabat Presiden IPA

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesian Petroleum Association (IPA) kembali menggelar acara tahunan Konvensi dan Pameran. Acara konvensi dan Pameran ke-42 tahun 2018 (IPA Convex 2018) digelar pada 2-4 Mei 2018 yang mengusung tema Driving Indonedia's Oil and Gas Global Competitiveness. 

Presiden IPA Ronald Gunawan mengatakan IPA ingin mendukung pemerintah agar investasi hulu migas bisa semakin besar setelah pada 2013-2016 kondisi investasi hulu migas Indonesia menurun karena harga minyak mentah yang jatuh dari US$ 100 per barel hingga mencapai titik terendah US$ 38 per barel.

Turunnya harga minyak mentah dunia membuat pendapatan semua perusahaan turun. Dengan menurunnya pendapatan maka alokasi dana untuk investasi juga ikut turun.

Penurunan investasi hulu migas ini terjadi di banyak negara termasuk Indonesia. Makanya Ronald bilang pemerintah berusaha merevisi regulasi demi membuat iklim investasi lebih bagus.

Tahun ini dengan mulai pulihnya harga minyak dunia, terbuka peluang untuk meningkatkan investasi hulu migas. "Makanya kami pilih tema ini apalagi yang bisa kami tingkatkan. Buat secara global kita perlu belajar dari negara lain apa yang mereka lakukan dan apa yang bisa diterapkan," kata Ronald dalam konferensi pers pada Kamis (12/4).

Board of Direktur IPA Tenny Wibowo menambahkan pentingnya daya saing hulu migas Indonesia di level global ini lantaran investasi hulu migas diperebutkan antar negara. Sehingga penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di level global.

"Terlepas dari harga minyak berapa pun juga selalu ada keterbatasan investasinya. Makanya selalu diperebutkan. Jadi tidak jaminan kalau ada proyek pasti diambil, kalau negara ini tidak bagus ya ambil di negara lain," kata Tenny.

Menurut Tenny saat ini mulai melihat setelah mencapai titik terendah, iklim investasi muncul. "Bagaimana pelaku usaha dan pemerintah berkolaborasi sehingga iklim investasi bisa meningkat," imbuh Tenny.


Reporter: Febrina Ratna Iskana
Editor: Herlina Kartika

TAMBANG DAN ENERGI

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.1478 || diagnostic_web = 0.5566

Close [X]
×