kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Kasus sapi gila di AS dongkrak harga MBM


Jumat, 27 April 2012 / 14:11 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia.


Reporter: Rika Panda | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Ketua Gabungan Pengusaha Pakan Ternak (GPMT), Sudirman memperkirakan, dampak wabah sapi gila di Amerika Serikat akan membuat harga bahan baku pakan ternak melonjak.

Harga bahan baku ternak yang akan mengalami kenaikan harga itu adalah Meat Bone Meal (MBM) atau dikenal tepung tulang. Hal ini sesuai dengan keputusan pemerintah yang melarang impor MBM dari Amerika Serikat (AS) menyusul ditemukannya wabah sapi gila.

Wabah sapi gila atau Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) ini membuat pasokan MBM ke pasar akan berkurang. "Akan ada kenaikan harga MBM di pasar dunia, karena pasokan berkurang," ujar Sudirman di Jakarta, Jumat (27/4).

Selama ini, impor MBK Indonesia berasal dari Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru. Jika pasokan MBM dari AS terputus, maka pasokan MBM hanya bisa dilakukan dari Australia dan Selandia Baru.

Sesuai dengan hukum pasar, jika pasokan MB terputus, maka harga MBM bisa melambung. Namun, Sudirman belum bisa memprediksi seberapa besar kenaikan MBM tersebut.

Sebelum adanya kasus sapi gila di AS merebak, harga MBM sudah naik menjadi US$ 650 per ton dari harga sebelumnya US$ 550 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×