kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

Kasus sapi gila di AS dongkrak harga MBM


Jumat, 27 April 2012 / 14:11 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia.


Reporter: Rika Panda | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Ketua Gabungan Pengusaha Pakan Ternak (GPMT), Sudirman memperkirakan, dampak wabah sapi gila di Amerika Serikat akan membuat harga bahan baku pakan ternak melonjak.

Harga bahan baku ternak yang akan mengalami kenaikan harga itu adalah Meat Bone Meal (MBM) atau dikenal tepung tulang. Hal ini sesuai dengan keputusan pemerintah yang melarang impor MBM dari Amerika Serikat (AS) menyusul ditemukannya wabah sapi gila.

Wabah sapi gila atau Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) ini membuat pasokan MBM ke pasar akan berkurang. "Akan ada kenaikan harga MBM di pasar dunia, karena pasokan berkurang," ujar Sudirman di Jakarta, Jumat (27/4).

Selama ini, impor MBK Indonesia berasal dari Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru. Jika pasokan MBM dari AS terputus, maka pasokan MBM hanya bisa dilakukan dari Australia dan Selandia Baru.

Sesuai dengan hukum pasar, jika pasokan MB terputus, maka harga MBM bisa melambung. Namun, Sudirman belum bisa memprediksi seberapa besar kenaikan MBM tersebut.

Sebelum adanya kasus sapi gila di AS merebak, harga MBM sudah naik menjadi US$ 650 per ton dari harga sebelumnya US$ 550 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×