kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.120   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.078   40,15   0,67%
  • KOMPAS100 795   7,02   0,89%
  • LQ45 603   0,74   0,12%
  • ISSI 210   3,28   1,59%
  • IDX30 341   -0,13   -0,04%
  • IDXHIDIV20 422   -0,55   -0,13%
  • IDX80 91   0,60   0,67%
  • IDXV30 115   0,77   0,67%
  • IDXQ30 109   0,01   0,01%

1.600 ton daging impor sisa Lebaran tidak terjual


Kamis, 14 November 2013 / 22:30 WIB
ILUSTRASI. Ini 2 Cara Reset HP Samsung untuk Versi Android Lama dan Baru. TRIBUNNEWS/HO


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kementerian Perdagangan memberikan izin alokasi impor daging sapi kepada Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) sebanyak 3.000 ton, menyusul tingginya harga beberapa bulan lalu yang mencapai Rp 100.000 per kilogram.

Impor daging sapi ini dilakukan sejak Juli 2013, untuk menstabilkan harga dan mengantisipasi kenaikan permintaan jelang hari raya Idul Fitri. Namun, hingga saat ini masih terdapat sisa daging sebanyak 1.600 ton.

"Setelah mendatangkan 2.800 ton, Bulog menelepon kami. Dan saat ini masih ada 1.600 ton sisa di Bulog tidak terpasarkan," ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indonesia (APPHI) Noverdi Bross, dalam diskusi publik bertajuk Menyoal Kebijakan Perdagangan Internasional dan Pertanian, di Jakarta, Kamis (14/11/2013).

Noverdi menengarai, hal itu disebabkan perilaku konsumen Indonesia di mana mayoritas umat Muslim masih sangsi apakah daging sapi tersebut halal.

Menurut Noverdi hal itulah yang membuat daging sapi impor tak laku di pasar meski telah diperbolehkan memasuki pasar tradisional. "Jadi, kendala masyarakat ini daging 'di-bismillah-in' nggak, kalau dikeringkan di rumah susut berapa. Bulog puyeng jualan," imbuhnya. (Estu Suryowati/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×