kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

15.000 anggota Organda Sulut ancam mogok


Selasa, 30 April 2013 / 12:47 WIB
ILUSTRASI. Update info Mobile Legends M3 World Championship, daftar tim lengkap dengan roster


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Organisasi angkutan darat (Organda) daerah Sulawesi Utara (Sulut) mengancam mogok beroperasi jika jika pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dengan cara satu harga.

Jan Joseph Ratulangi, Ketua Organda Sulut mengatakan, pihaknya sudah membentuk aksi koordinasi guna melakukan mogok beroperasi untuk seluruh armadanya. "Kami tinggal menunggu komando dari Organda pusat saja," ujar Jan usai jumpa pers di Hotel Kartika Chandra, Selasa (30/4).

Menurut Jan, anggota Organda Sulut berjumlah 15.000 kendaraan yang terdiri dari bis, truk dan angkutan lainnya. "Kalau kami stop operasi, Pelabuhan Bitung akan mati aktivitasnya," ancam Jan.

Ancaman mogok dilakukan untuk merespons rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM subsidi. Dia juga menceritakan, harga solar di wilayahnya kini sudah mencapai harga Rp 20.000 per liter, terutama untuk wilayah Kepulauan Talaud dan Sangiang.

Sementara itu, Eka Sari Lorena, Ketua Umum Organda menyatakan, pihaknya hanya mendukung pemerintah menetapkan harga BBM subsidi dengan pola dua harga dengan harapan harga BBM untuk angkutan umum tidak berubah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×