kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

2014, Indonesia Siap Bangun Kilang Nafta


Senin, 05 April 2010 / 09:56 WIB


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Kebutuhan pabrik olefin (olefin center) untuk industri plastik dan olefin setiap tahun terus tumbuh. Kini, kapasitas produksi industri bahan baku plastik, cat, polyester, dan pipa PVC itu cuma sebesar 600.000 ton per tahun. Padahal, kebutuhan olefin dalam negeri mencapai 1,3 juta- 1,4 juta ton setahun. Sehingga, sebagian besar kebutuhan olefin dipenuhi dari impor.

Sekretaris Umum Asosiasi Industri Olefin dan Plastik Indonesia (Inaplas) Budi Susanto Sadiman mengatakan, dalam lima tahun ke depan, permintaan olefin dalam negeri mencapai 1,9 juta ton. Sedangkan dalam roadmap Kementerian Perindustrian, dalam periode yang sama, kapasitas industri olefin akan ditingkatkan menjadi 1,6 juta ton per tahun dengan nilai investasi sekitar US$ 2 miliar.

Cuma, yang menjadi permasalan sekarang adalah kurangnya pasokan nafta sebagai bahan baku olefin. "Pasokan dari dalam negeri tidak ada, sementara dari luar negeri semakin langka," ungkap Budi beberapa waktu lalu. Karenanya, sampai 2014 nanti, Indonesia akan membangun kilang (refinery) untuk memasok kebutuhan nafta domestik. Refinery adalah kilang minyak yang menghasilkan nafta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×