kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Produsen Plastik Minta SNI Wajib


Selasa, 24 November 2009 / 09:59 WIB


Reporter: Nurmayanti KONTAN | Editor: Test Test

JAKARTA. Banjir produk plastik impor membuat produsen lokal gerah. Mereka meminta pemerintah menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib bagi produk plastik. Sebab, penerapan SNI ini akan membendung masuknya produk plastik impor yang tak seusai standar.

Tujuan utama SNI wajib tentu saja adalah untuk melindungi industri lokal dari serbuan impor. Tujuan lain adalah melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan

Sebagai salah satu bentuk hambatan non tarif, penerapan SNI semakin penting menjelang pemberlakuan kerjasama perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) ASEAN dan FTA China- ASEAN (CAFTA) pada 1 Januari 2010. "Pemerintah harus mempercepat penerapan SNI wajib ini," ujar Ketua Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Bidang Olefin Suhat Miyarso, Senin (23/11) kemarin.

Inaplas mengusulkan beberapa produk plastik yang mesti terkena wajib SNI. Antara lain karung, pipa, bahan baku pipa, tangki air, dan terpal.

Meski tak mempunyai data pasti, Suhat mengatakan, kini produk plastik impor mulai menguasai pasar lokal. Produk impor asal China yang paling dominan.

Sebagai gambaran, saat ini konsumsi produk hilir plastik nasional mencapai 2,1 juta - 2,5 juta ton per tahun. Adapun volume impor hampir separuh total konsumsi tersebut.

Direktur Industri Kimia Hilir Departemen Perindustrian (Depperin) Tony Tanduk memastikan akan mendukung keinginan produsen lokal dalam penerapan SNI wajib untuk produk mereka.

Namun, kata Tony, penerapan SNI juga harus memperhatikan kemampuan industri nasional. Pasalnya, penerapan SNI memiliki standar khusus, antara lain terkait lingkungan, keamanan, dan kesehatan. "Jadi, kita sebenarnya tinggal melihat kemampuan industri nasional bagaimana," jelas Tony. Selain SNI wajib, produsen juga meminta penerapan syarat sertifikat halal untuk produk plastik impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×