Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Pemerintah membuka peluang keterlibatan investor swasta dan lembaga keuangan pembangunan multilateral (multilateral development banks/MDB) dalam pembiayaan proyek perlindungan pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura) atau Giant Sea Wall, khususnya untuk kawasan Jakarta.
Deputi Pendanaan dan Investasi Badan Otorita Pengembangan dan Pengelolaan Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Mohammad Irfan Saleh mengungkapkan, pemerintah tengah menyiapkan berbagai skema investasi untuk mendukung proyek yang menjadi salah satu agenda strategis ketahanan iklim dan perlindungan ekonomi nasional tersebut.
"Kami mengundang MDB dan juga sektor swasta untuk berpartisipasi dalam proyek ini," ujar Irfan dalam Asia Infrastructure Forum (AIF) 2026 di Singapura, Selasa (16/6/2026).
Menurut Irfan, proyek perlindungan pesisir Pantai Utara Jawa menjadi krusial karena kawasan tersebut berkontribusi sekitar 40% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Dari total panjang garis pantai sekitar 1.000 kilometer, pemerintah telah mengidentifikasi program perlindungan pesisir sepanjang 575 kilometer.
Baca Juga: Danantara Tawarkan Proyek Giant Sea Wall ke Investor Global, Ini Peluang Investasinya
Untuk wilayah Jakarta, proyek tersebut dirancang tidak hanya sebagai infrastruktur perlindungan pantai, tetapi juga dikombinasikan dengan pengembangan pelabuhan, pulau buatan, jalan tol, dan sistem transportasi yang terintegrasi.
"Jakarta merupakan jantung ekonomi Indonesia dengan kontribusi sekitar 16% terhadap PDB nasional. Karena itu perlindungan kawasan ini menjadi sangat penting," katanya.
Irfan menjelaskan proyek Giant Sea Wall Jakarta akan menggabungkan pembangunan infrastruktur fisik dengan pendekatan pengembangan kawasan. Selain fungsi perlindungan dari kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah, proyek ini juga diharapkan menciptakan nilai ekonomi baru melalui pengembangan wilayah pesisir.
Pemerintah saat ini masih mematangkan struktur pembiayaan proyek yang nilainya diperkirakan mencapai skala jumbo tersebut. Dalam prosesnya, Danantara Indonesia akan dilibatkan untuk membantu merancang skema investasi dan menarik partisipasi investor.
Baca Juga: Indonesia Butuh Investasi Rp 54 Triliun untuk Infrastruktur Sampah & Waste-to-Energy
"Danantara akan membantu kami mendefinisikan skema investasi dan mengundang lebih banyak investor untuk proyek yang besar dan kompleks ini," ujar Irfan.
Managing Director of Investments, Danantara Development Management Fund, M Rachmat Kaimuddin sebelumnya mengatakan proyek Giant Sea Wall menjadi salah satu peluang investasi yang ditawarkan pemerintah kepada investor global.
Menurut Rachmat, proyek tersebut tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur perlindungan pesisir, tetapi juga memiliki potensi investasi di sektor properti dan infrastruktur.
"Kami melihat ada potensi investasi melalui real estate investment maupun infrastructure investment," kata Rachmat.
Selain menawarkan peluang pengembangan kawasan, proyek Giant Sea Wall Jakarta juga menyimpan potensi pengembangan energi terbarukan. Pemerintah memperkirakan area retensi air di dalam sistem perlindungan pesisir mencapai sekitar 12.000 hektare.
Sebagian area tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung.
Baca Juga: Danantara Bakal Permudah Investor Masuk ke Proyek Infrastruktur
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













