kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

Ada 11.000 Desa Belum Berlistrik, Pemerintah Agresif Pacu Program BPBL dan Lisdes


Kamis, 15 Oktober 2026 / 18:36 WIB
Ada 11.000 Desa Belum Berlistrik, Pemerintah Agresif Pacu Program BPBL dan Lisdes
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya M (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - KARAWANG. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggenjot program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan Listrik Desa (Lisdes) di berbagai daerah. Ini dilakukan guna mengejar target elektrifikasi nasional serta memastikan akses energi yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan, pemerintah fokus memperbaiki kualitas arus listrik sekaligus memasang sambungan baru. Pihaknya, terus mengidentifikasi wilayah pemukiman warga yang selama ini masih menumpang saluran listrik dari rumah tetangga.

"Jadi ini Desa Muara Baru, Kabupaten Karawang. Dulu wilayah in,, itu sudah ada listrik, tapi tegangannya rendah. Maka arus yang masuk untuk mengaliri listrik itu tidak maksimal," ujarnya di Desa Muara Baru, Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10).

Baca Juga: GAPKI Dorong Peremajaan Sawit Rakyat untuk Dongkrak Produktivitas

Bahlil menuturkan, untuk mengatasi persoalan arus listrik yang lemah tersebut, pasokan infrastruktur penunjang di kawasan tersebut pun ditambah. Pihaknya, memasang gardu trafo berkapasitas 50 kVA beserta tiang-tiang listrik baru agar pasokan daya ke rumah warga menjadi lebih optimal.

Di sisi lain, Pemerintah juga menaruh perhatian pada warga kurang mampu yang belum memiliki sambungan listrik. Bukan tanpa alasan, biaya pemasangan awal menjadi kendala bagi masyarakat kelas menengah ke bawah untuk mendapatkan akses listrik.

"Yang kedua, ada beberapa rumah-rumah yang belum ada listriknya. Kenapa belum ada listrik? Karena saudara-saudara kita ini satu kali pasang itu kan untuk kelas menengah ke bawah itu harganya Rp 2 juta," ungkapnya.

Bahlil menegaskan bahwa persoalan belum meratanya pasokan listrik tidak hanya terjadi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), melainkan juga masih ditemukan di Pulau Jawa. Secara nasional, masih terdapat belasan ribu desa serta jutaan rumah tangga yang hingga kini belum menikmati aliran listrik.

"Tetapi di seluruh Indonesia, kita masih mempunyai kurang lebih sekitar 11.000 desa yang belum ada listrik. Masih ada jutaan rumah yang belum ada listrik. Jadi ada dua program. BPBL itu adalah Bantuan Pasang Baru Listrik, sementara kalau untuk listrik desa itu adalah memang desanya sama sekali belum ada listrik," tegasnya.

Lebih lanjut, Bahlil memastikan, pihaknya akan terus menaikkan target sasaran program secara bertahap setiap tahunnya.

"Di tahun 2025 itu kan 1.400, di tahun 2026 4.000 lebih. Jadi kita insya Allah pelan-pelan kita agresif untuk melakukan ini. Dan itu bukan hanya daerah 3T. Di Jawa pun masih ada," pungkasnya.

Untuk diketahui, Kementerian ESDM mencatat realisasi program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Kabupaten Karawang pada tahun 2025 berhasil menjangkau 915 rumah tangga penerima manfaat. 

Di tahun 2026, target alokasi penerima bantuan di Karawang dipatok sebanyak 683 rumah tangga, di mana sebanyak 299 rumah tangga di antaranya telah menikmati aliran listrik.

Khusus di lokasi kunjungan Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, sebanyak 93 calon pelanggan rumah tangga kini telah menerima akses kelistrikan langsung lewat dukungan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) TA 2025. 

Masyarakat penerima paket BPBL mendapatkan instalasi rumah gratis daya 900 VA, pengujian Sertifikat Laik Operasi (SLO), penyambungan PLN, hingga token listrik perdana sebesar Rp 100.000.

Di Jawa Barat, realisasi penerima manfaat program BPBL 2025 tercatat telah menjangkau sebanyak 15.831 rumah tangga. Pemerintah kemudian mendongkrak alokasi target BPBL Jawa Barat pada 2026 menjadi 25.000 rumah tangga, dengan progres saat ini sebanyak 12.327 rumah dilaporkan sudah dalam status menyala.

Pemerintah merencanakan peningkatan alokasi target BPBL Jawa Barat mencapai 30.000 rumah tangga pada 2027. Akselerasi penerangan desa ini didukung penuh oleh kondisi sistem kelistrikan Jawa Barat dengan cadangan mencapai 5.184 MW.

Baca Juga: Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) Pacu Pengembangan Rumah Sakit hingga 2027

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×