kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,61   -6,20   -0.66%
  • EMAS936.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.42%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

ADA: Investasi Data dan Teknologi Akan Sangat Krusial di 2022


Kamis, 13 Januari 2022 / 06:05 WIB
ADA: Investasi Data dan Teknologi Akan Sangat Krusial di 2022

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pemasaran digital di Indonesia ADA memprediksi, investasi pada data dan teknologi akan menjadi sangat krusial di tahun 2022. Hal itu terjadi karena pelaku bisnis perlu menambah anggaran pemasarannya untuk bersaing di pasar yang lebih kompleks.

Tren ini akan terus berkembang cepat karena pasar Indonesia tengah melalui proses pemulihan dan ekonomi digital di Tanah Air semakin inklusif. Bisnis yang baru-baru ini memasuki ranah digital akan menghadapi tantangan karena harus keluar dari pedoman pemasaran tradisional.

Bisnis-bisnis ini juga akan menghadapi kesulitan untuk menonjol pada marketplace yang semakin ramai dan terfragmentasi. Untuk itu, pelaku bisnis membutuhkan solusi untuk strategi pemasaran digital yang efektif.

Managing Director ADA Indonesia Suraj Sivaprasad mengatakan, apabila pelaku bisnis merancang dan mengimplementasikan pemasaran digital efektif pada tahun 2022, maka brand mereka akan berada di tempat yang lebih kuat pada tahun 2023 dan 2024. Terlebih lagi, saat itu, dunia digital akan jauh lebih berkembang dan kompleks.

Baca Juga: Bank Genjot Transaksi Keuangan Melalui EDC

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang cara menyusun strategi pemasaran di tahun 2022, ada beberapa elemen kunci yang perlu diperhatikan. Pertama, menciptakan dan mengeksekusi digital blueprint yang mampu mendorong proses end-to-end data dan tingkat kematangan digital.

Kedua, melakukan investasi pada Kecerdasan Buatan alias Artificial Intelligence (AI) serta mulai mencoba berbagai macam perangkat untuk keuntungan aktivitas pemasaran. Ketiga, bersiap untuk memasuki ranah baru dalam pemasaran digital.

Menurut Suraj, memahami konteks seputar pemasaran digital akan menjadi dasar yang baik untuk mengokohkan bisnis di dunia digital. Pasalnya, dunia digital ke depannya akan semakin kompetitif.

Pelaku bisnis akan meningkatkan pengeluarannya untuk pemasaran yang berdampak pada biaya akuisisi dan retensi konsumen yang lebih tinggi. Hal tersebut membuat bisnis harus fokus pada kinerja untuk mendorong return on investment (ROI).

Baca Juga: Ini Gaji dan Bonus CEO Perusahaan Teknologi, Bos Apple Bawa Pulang Rp 1,4 Triliun

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×