kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ada kesepakatan harga, proyek DME batubara Bukit Asam (PTBA) diteken bulan ini


Selasa, 03 Maret 2020 / 20:43 WIB
Ada kesepakatan harga, proyek DME batubara Bukit Asam (PTBA) diteken bulan ini
ILUSTRASI. Proyek gasifikasi batubara menjadi dimethylether (DME) Bukit Asam (PTBA) terus bergulir.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek gasifikasi batubara menjadi dimethylether (DME) terus bergulir. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan segera menandatangani perjanjian final kontrak bersama mitra lainnya, yakni PT Pertamina dan Air Porduct.

Sekretaris Perusahaan PTBA Hadis Surya Palapa mengungkapkan, perjanjian tersebut mengatur tentang semua rencana transaksi, harga batubara dan biaya proses dari pengoperasian proyek tersebut. Rencananya, perjanjian itu akan ditandatangani pada akhir bulan ini.

Baca Juga: Dorong hilirisasi batubara, Kementerian ESDM akan berikan sejumlah insentif

Sayangnya, Hadis masih enggan membuka detail porsi dari ketiga perusahaan tersebut. "(Porsi investasi) sesuai perannya masing-masing. Secara teknis demikian (diteken bulan ini), namun kami juga ingin dilakukan dalam momen yang baik," katanya saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (3/3).

Yang jelas, kata Hadis, skema pengoperasian proyek DME itu ialah penyediaan teknologi dari Air Product, PTBA menjamin pasokan batubara, sementara Pertamina bersama PTBA akan menjadi off takers dari produk DME tersebut. Untuk itu, Hadis pun masih tak menutup kemungkinan akan membentuk anak usaha patungan atau joint venture (JV).

"Skema umumnya demikian. Untuk off takers bisa saja Pertamina atau JV dengan PTBA, masih didetailkan," jelasnya.

Sebelumnya dikabarkan, penandatangan perjanjian final kerjasama tersebut tertunda lantaran terkendala efek virus corona. Namun, Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin, mengklaim bahwa proses bisnis maupun proyek DME ini tidak terganggu dan masih sesuai jadwal.

"Kalau yang kemarin tertunda itu masalah administrasi saja, tapi progresnya jalan terus. Jadi saya tegaskan, gasifikasi ini nggak ada kaitan dengan corona. Proyek jalan terus, secara bisnis tidak terganggu sama sekali," terangnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (3/3).

Baca Juga: Harga batubara masih lemah, Bukit Asam (PTBA) lakukan diversifikasi bisnis




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×