kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.978   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.880   135,32   2,36%
  • KOMPAS100 766   21,62   2,91%
  • LQ45 581   15,32   2,71%
  • ISSI 204   4,46   2,23%
  • IDX30 328   7,91   2,47%
  • IDXHIDIV20 404   9,76   2,47%
  • IDX80 87   2,27   2,69%
  • IDXV30 110   2,62   2,44%
  • IDXQ30 106   2,65   2,57%

Ada kesepakatan harga, proyek DME batubara Bukit Asam (PTBA) diteken bulan ini


Selasa, 03 Maret 2020 / 20:43 WIB
ILUSTRASI. Proyek gasifikasi batubara menjadi dimethylether (DME) Bukit Asam (PTBA) terus bergulir.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Khomarul Hidayat

Lebih lanjut, Arviyan mengatakan, sampai proyek DME berfokus di Tanjung Enim, Sumatra Selatan. Hingga kini, proses pengerjaan proyek akan memasuki tahap engineering procurement construction (EPC). Pabrik DME yang memiliki nilai investasi sekitar US$ 2,3 miliar ini ditargetkan bisa beroperasi pada 2024.

"Produk utamanya DME, selain itu kita juga buat Etanol," jelasnya.

Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) targetkan proyek gasifikasi batubara beroperasi akhir 2023

Arviyan mengatakan, pihaknya pun sudah dapat kesepakatan harga batubara sebagai bahan baku DME tersebut. Menurutnya, harga batubara ini akan lebih murah, berkisar di angka US$ 20 per ton.

"Kesepakatannya sekitar segitu (US$ 20 per ton), supaya kompetitif, kita bicara biaya dan nilai tambang," katanya.

Hal itu sesuai dengan apa yang pernah disebutkan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif. Menurut Arifin, sebagai insentif untuk mendorong investasi DME, pemerintah akan mengenakan harga khusus bagi batubara yang akan menjadi bahan baku gasifikasi. Harganya, berkisar di angka US$ 20 - US$ 21 per ton.

Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) belum akan akusisi tambang batubara dalam waktu dekat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×