kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

Ada pabrik baru, kantong Garuda Food makin tebal


Selasa, 03 Maret 2015 / 19:56 WIB
Ada pabrik baru, kantong Garuda Food makin tebal
Katalog Promo Hypermart Terbaru 19-21 September 2023, Hyper Diskon Weekday Selama 3 Hari.


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pendapatan PT Garuda Food tahun ini sepertinya bakal semakin tebal. Pasalnya, produk yang minuman yang akan diproduksi tahun ini bakal meningkat setelah Oktober 2014 lalu pabrik barunya beroperasi.

Hartono Atmadja, Komisaris PT Garuda Food mengatakan untuk mendirikan pabrik minuman yang berlokasi di Surabaya tersebut, menelan investasi US$ 25 juta. “Kapasitas produksinya 5 juta karton per tahun,” ujarnya, Selasa (3/3).

Untuk satu karton sama dengan 24 botol. Adapun satu botol berisi 450 mililiter - 500 mililiter. Itu artinya, kapasitas produksi total pabrik baru tersebut mencapai sekitar 54 miliar liter.

Di pabrik ini, Garuda Food memproduksinya minuman dengan merek My Tea Oolong, dan Mirai Ocha.

Dalam membuat minuman, perusahaan menggandeng Suntory, perusahaan asal Jepang. Meski di negara asalnya Suntory memproduksi minuman beralkohol, namun di Indonesia mereka masuk ke industri minuman non alkohol.

Dengan beroperasinya pabrik tersebut, Hartono yakin pendapatan perseroan bakal meningkat. "Tahun ini kami targetkan paling tidak, tumbuh di atas 15%," katanya.

Di tahun ini, lanjut Hartono, Garuda Food masih akan tetap fokus di biskuit, minuman berbasis teh, dan snack.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×