kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.105   9,00   0,05%
  • IDX 6.094   -36,99   -0,60%
  • KOMPAS100 797   -2,22   -0,28%
  • LQ45 608   -0,51   -0,08%
  • ISSI 211   -1,24   -0,58%
  • IDX30 342   -0,06   -0,02%
  • IDXHIDIV20 424   0,56   0,13%
  • IDX80 91   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,12   -0,10%
  • IDXQ30 110   0,10   0,09%

Adhi Karya (ADHI) Buka Suara Soal Kondisi Adhi Commuter (ADCP)


Rabu, 29 Juli 2026 / 11:13 WIB
Adhi Karya (ADHI) Buka Suara Soal Kondisi Adhi Commuter (ADCP)
ILUSTRASI. Adhi Karya (ADHI) angkat bicara terkait kondisi Adhi Commuter Properti (ADCP) yang bergerak di bidang pengembangan properti dengan konsep TOD (Dok/ADCP)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) buka suara terkait kondisi anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).

ADCP merupakan entitas anak ADHI yang bergerak di bidang pengembangan properti dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). 

Direktur Portofolio Bisnis & Risiko ADHI, Rozi Sparta mengatakan, hingga saat ini, ADCP memiliki 13 proyek on hand. Yaitu, 6 proyek yang telah selesai dan beroperasi (4 apartemen, 1 landed, 1 office tower), dan sisanya proyek yang masih dalam tahap pembangunan (under construction).

Dari keseluruhan proyek tersebut, terdapat total 9.839 unit hunian. Hingga saat ini, sebanyak 5.392 unit telah terjual. 

Baca Juga: Produksi Minyak Berpotensi Anjlok ke 580.000 Barel per Hari, Ini Penyebabnya

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.575 unit telah diserahterimakan kepada konsumen,” ujarnya dalam keterbukaan informasi tanggal 29 Juli 2026.

Sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio, ADCP tidak hanya bertumpu pada penjualan unit hunian, tetapi telah mengembangkan dan mengoperasikan aset komersial yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income). 

ADCP telah menyelesaikan pengembangan gedung perkantoran Office MTH 27 di Jakarta Timur seluas 12.546 meter persegi, serta mengoperasikan sejumlah area komersial di berbagai kawasan TOD, antara lain Cisauk Point, Eastern Green, dan MTH 27.

Terkait hal itu, ADCP menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen atas keterlambatan penyelesaian kewajiban serah terima unit. Saat ini, ADCP menghadapi tantangan likuiditas yang berdampak pada penyelesaian proyek. 

Menurut Rozi, pipeline business yang berbasis pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), mengharuskan korporasi untuk menyediakan kawasan lahan di sekitar area stasiun transportasi umum, seperti Commuter Line, LRT, dan BRT, termasuk menyediakan fasilitas infrastruktur pendukung. 

Sementara itu, pengembangan hunian dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana pengembangan. 

“Di sisi lain, kondisi pasar properti dalam beberapa tahun terakhir yang belum sepenuhnya pulih turut mempengaruhi tingkat penjualan produk, sehingga berdampak pada penerimaan kas dan kemampuan pendanaan penyelesaian proyek,” ungkapnya.

 

Sebagai bentuk komitmen dalam memenuhi hak konsumen, ADCP telah menawarkan beberapa alternatif penyelesaian, antara lain relokasi unit maupun skema pinjam pakai sementara pada unit ready stock yang tersedia. 

“Selain itu, ADCP juga sedang menjajaki kerja sama dengan investor dan kontraktor strategis guna mendukung percepatan penyelesaian proyek sehingga kewajiban kepada konsumen dapat dipenuhi secara bertahap,” tuturnya.

Rozi pun menegaskan, sampai dengan saat ini tidak ada informasi/kejadian penting lain dari kondisi ADCP yang material, sehingga dapat mempengaruhi kelangsungan hidup ADHI serta mempengaruhi harga saham perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×