CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

FAS Blibli Mengelola 15 Juta Order per Bulan, Siap Berekspansi ke Luar Jawa


Minggu, 13 September 2026 / 17:39 WIB
FAS Blibli Mengelola 15 Juta Order per Bulan, Siap Berekspansi ke Luar Jawa
ILUSTRASI. PT Global Distribusi Pusaka luncurkan layanan Fulfillment at Speed (FAS) (DOK/PT Global Distribusi Pusaka)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan perdagangan omnichannel mendorong kebutuhan layanan fulfillment yang tidak hanya menangani penyimpanan dan pengiriman barang, tetapi juga mendukung operasional penjualan hingga layanan pelanggan.

Melihat peluang tersebut, Fulfillment At Speed (FAS), entitas PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli, berencana memperluas jaringan pergudangan ke luar Jawa. Saat ini FAS memiliki 15 warehouse dengan total luas sekitar 200.000 meter persegi yang mayoritas masih berada di Pulau Jawa.

Direktur Komersial FAS, Alvin Hadibowo mengatakan, ekspansi ke luar Jawa menjadi salah satu langkah perusahaan seiring meningkatnya kebutuhan brand terhadap layanan fulfillment.

“Sekarang kita punya 15 warehouse dengan luas kurang lebih sekitar 200.000 meter persegi. Bisa dibilang mungkin ini masih tersentralisasi di area Jawa. Tapi, kita mulai berekspansi di luar area Jawa,” ujar Alvin, Kamis (10/9)

FAS menyediakan layanan fulfillment yang menangani proses pemenuhan pesanan dari sisi operasional. Barang milik brand disimpan di gudang FAS, kemudian diambil dan dikemas ketika ada pesanan sebelum dikirim kepada pelanggan.

Layanan ini menyasar brand yang belum memiliki atau ingin mengurangi kebutuhan untuk mengelola fasilitas gudang dan proses pengiriman sendiri.

Dari jaringan pergudangan tersebut, FAS memproses sekitar 15 juta order per bulan. Layanan fulfillment yang diberikan mencakup penyimpanan barang, pengemasan, hingga pengiriman kepada pelanggan.

Baca Juga: Investasi Data Center RI Tembus Pipeline 1,3 GW, Risiko Oversupply Mengintai

Alvin mengatakan, layanan tersebut untuk membantu brand yang belum memiliki fasilitas pergudangan dan infrastruktur operasional sendiri. FAS juga menyediakan layanan customer service untuk membantu brand menangani pertanyaan maupun keluhan konsumen..

Selain fulfillment, FAS mengembangkan layanan untuk mendukung aktivitas commerce brand di berbagai kanal. Saat ini, FAS Commerce telah terintegrasi dengan sembilan platform dan mengelola nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) lebih dari US$ 200 juta.

FAS juga memiliki layanan terkait affiliate dan live commerce. Perusahaan menyebut telah memiliki 20 live studio serta jaringan lebih dari 2.000 affiliate dengan kapasitas siaran 24 jam.

Di sisi distribusi, FAS menyediakan layanan yang mencakup distribusi dan akses ke kanal penjualan fisik. Sementara itu, layanan value added services mencakup penyediaan insight, pembuatan website, procurement, dan solusi lain sesuai kebutuhan brand.

Direktur Operasi FAS, Bayu Sudjono mengatakan, perkembangan kanal penjualan membuat kebutuhan brand terhadap pengelolaan inventory, fulfillment, distribusi dan customer experience semakin terintegrasi.

Fulfillment saat ini tidak lagi berdiri sendiri sebagai fungsi operasional. Ketika brand berkembang dan channel penjualannya semakin beragam, kebutuhan terhadap inventory, fulfillment, distribution, hingga customer experience juga semakin terintegrasi,” ujar Bayu.

Ke depan, FAS akan terus mengembangkan kapabilitas operasional dan jaringan untuk mengikuti kebutuhan brand yang semakin beragam, termasuk rencana peluncuran layanan cold chain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×