kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.015   -73,00   -0,40%
  • IDX 6.086   43,78   0,72%
  • KOMPAS100 800   10,08   1,28%
  • LQ45 608   7,84   1,31%
  • ISSI 210   0,24   0,11%
  • IDX30 343   4,08   1,20%
  • IDXHIDIV20 428   5,31   1,26%
  • IDX80 91   1,15   1,28%
  • IDXV30 117   1,75   1,52%
  • IDXQ30 110   1,46   1,34%

Adi Sarana Armada (ASSA) Bidik Kenaikan Pendapatan 10%, Ditopang Bisnis Logistik


Rabu, 17 Juni 2026 / 18:08 WIB
Adi Sarana Armada (ASSA) Bidik Kenaikan Pendapatan 10%, Ditopang Bisnis Logistik
ILUSTRASI. Adi Sarana Transportasi (ASSA) (Dok/ASSA)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) memasang target pertumbuhan kinerja yang konservatif untuk tahun ini. Langkah ini menyusul tingginya ketidakpastian kondisi makroekonomi yang terjadi sepanjang 2026.

Direktur ASSA, Jerry Fandy menyatakan perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan pada kisaran single digit 5%-10% pada tahun ini. Sementara untuk laba bersih masih diharapkan dapat tumbuh dua digit.

"Untuk tahun 2026, karena mempertimbangkan kondisi yang masih banyak uncertainty-nya, kita put pendapatan atau top line kita itu growth single digit, mungkin 5%-10%. Sedangkan untuk laba bersih kita masih bisa berharap, kita masih bisa menargetkan double digit, tapi mungkin double digit kecil," ujar Jerry dalam paparan publik virtual, Rabu (17/6). 

Baca Juga: Wahana Interfood (COCO) Catat Penjualan Rp165,08 Miliar di 2025, EBITDA Naik 13,53%

Untuk mencapai target tersebut, ASSA masih mengandalkan pertumbuhan dari segmen logistik yang diproyeksikan akan mencapai pertumbuhan signifikan hingga high double digit. 

Sementara bisnis rental kendaraan dan jual beli mobil bekas diproyeksikan tumbuh lebih terbatas. Pada bisnis rental perusahaan, perusahaan memilih bersikap lebih hati-hati dengan terus mencermati kondisi pasar. 

Sedangkan untuk jual beli mobil bekas, perusahaan melihat pasar otomotif roda empat masih berada dalam fase kontraksi meskipun sempat menunjukkan perbaikan pada bulan terakhir.

"Untuk pilar yang lain, tahun ini kita tend to be conservative. Jadi kita mungkin flat, kita target flat atau stable," tambahnya. 

Di sisi belanja modal, ASSA menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 1,5 triliun pada tahun ini. Dana tersebut mayoritas akan digunakan untuk pembelian armada baru guna mendukung bisnis rental dan logistik.

Selain pembelian kendaraan, sebagian dana investasi juga akan dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur operasional, seperti untuk membeli aset tanah serta  bangunan. 

Adapun sumber pendanaan capex tersebut sebagian besar berasal dari fasilitas pinjaman bank yang dimiliki perseroan.

Hingga kuartal I-2026, ASSA tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 1,53 triliun, atau naik 11% dibandingkan Rp 1,38 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Dari sisi bottom line, laba bersih ASSA justru menurun 5% menjadi Rp 239 miliar per kuartal I-2026, dari posisi Rp 252 miliar di tahun sebelumnya.  

Baca Juga: Dongkrak Produksi Minyak, Pertamina Tambah 1.865 BOPD dari Lapangan Sejadi Kaltim

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×