Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia Battery Corporation atau IBC, holding BUMN di Indonesia yang mengintegrasikan seluruh ekosistem baterai kendaraan listrik (EV), mengumumkan Direktur Utama (Dirut) mereka yang baru.
Informasi ini diketahui dari unggahan Instagram resmi Ketua Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, dengan nama akun @rosanroeslani, Selasa (13/01/2025).
"Bersama Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk, Bapak Untung Budiharto, dan Direktur Utama IBC, Bapak Aditya Farhan Arif, kami membahas tentang penguatan hilirisasi nikel, mulai dari peran PT Nusa Karya Arindo (NKA) sebagai pemegang IUP di sisi hulu, hingga konektivitas hulu-hilir sebagai fondasi ekosistem industri baterai nasional," tulis Rosan melalui akun Instagram resminya. 
Lebih lanjut dalam unggahannya, Rosan mengatakan pihaknya akan mendorong investasi jangka panjang sebagai tata kelola yang kuat dengan prinsip berkelanjutan agar nilai strategis sumber daya Indonesia tumbuh dan tetap berada di dalam negeri.
Profil Aditya Farhan Arif, Dirut Baru IBC
Aditya bukan orang baru dalam industri pertambangan Indonesia. Melalui akun LinkedIn resminya, pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Hiroshima University itu pernah menjabat beberapa jabatan penting pada holding pertambangan Indonesia, MIND ID.
Aditya bergabung di MIND ID pada 2022 dengan jabatan pertama sebagai AVP, Koordinator Riset & Inovasi Teknis.
Kemudian naik menjadi Kepala Departemen Perencanaan Korporat atau Department Head of Corporate Planning pada Maret 2023.
Selanjutnya, ia menjabat sebagai Kepala Departemen Pengembangan Teknologi atau Department Head of Technology Development MIND ID pada September 2023.
Dengan fokus tugas mengembangkan strategi teknologi MIND ID untuk ekosistem baterai EV, sistem penyimpanan energi baterai, dan industri strategis masa depan, serta meningkatkan skala teknologi pengolahan untuk bahan baku kritis (critical raw materials/CRM), terutama unsur tanah jarang.
Baca Juga: Groundbreaking Proyek EV Baterai Antam-IBC dengan Huayou Ditarget November 2025
Kemudian pada Januari 2024, Aditya kembali menjabat sebagai Kepala Departemen Perencanaan Korporat atau Department Head of Corporate Planning.
Hingga akhirnya diangkat menjadi Direktur Utama IBC sejak September 2025.
Untuk diingat, sebelumnya dalam catatan Kontan, pada Juli 2025 nama Dirut IBC terdahulu, Toto Nugroho, mencuat sebagai salah satu dari sembilan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang antara Pertamina dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada periode 2018–2023. Adapun Toto menjabat sebagai Dirut IBC sejak 2021.
Sebagai informasi, IBC merupakan perusahaan joint venture (JV) BUMN yang mengelola sejumlah proyek strategis investasi baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.
IBC sendiri dibentuk oleh empat BUMN besar yang masing-masing memiliki 25% saham, yaitu PT Pertamina (Persero), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), dan PT PLN (Persero).
Selanjutnya: Defisit APBN 2026 Diprediksi Tetap di Bawah 3%, Begini Dampaknya Terhadap Rupiah
Menarik Dibaca: Kolaborasi NIVEA–Grab Sabet Dua Penghargaan di MMA SMARTIES APAC 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













