kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

AFI targetkan omzet bisnis franchise naik 18% di 2011


Jumat, 17 Juni 2011 / 15:59 WIB
ILUSTRASI. PLN akan mendapat penyertaan modal negara (PMN) tahun 2021 sebesar Rp 5 triliun.


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) menargetkan pendapatan dari bisnis waralaba atau franchise tahun ini bisa mencapai Rp 135,4 triliun. Angka ini naik 18,15% dari total pendapatan tahun lalu sekitar Rp 114,6 triliun.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar, pencapaian omzet sebesar itu didapatkan dari berbagai bisnis franchise yang ada di Indonesia yang didominasi dari sektor makanan.

AFI mencatat, di Indonesia pendapatan bisnis franchise didominasi dari bisnis makanan dan minuman. Lihat saja, omzet bisnis makanan dan minuman (mamin) tahun lalu mencapai Rp 42,6 triliun, dan tahun ini ditargetkan bisa sebesar Rp 49 triliun.

Berbeda lagi dengan bisnis ritel minimarket yang tahun ini ditargetkan bisa meraup omzet Rp 38 triliun dibandingkan tahun lalu hanya Rp 31,5 triliun. Sedangkan bisnis properti tahun 2010 mencapai pendapatan 2010 Rp 31,5 triliun.

"Kami optimistis tahun ini bisa mencapai target lebih besar. Sebab, kami melihat daya beli masyarakat kita yang sudah tinggi," lanjut Anang saat ditemui dalam acara International Franchise License & Business Concept Expo & Conference) di JCC, hari ini (17/6).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×