kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

AFI targetkan omzet bisnis franchise naik 18% di 2011


Jumat, 17 Juni 2011 / 15:59 WIB
ILUSTRASI. PLN akan mendapat penyertaan modal negara (PMN) tahun 2021 sebesar Rp 5 triliun.


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) menargetkan pendapatan dari bisnis waralaba atau franchise tahun ini bisa mencapai Rp 135,4 triliun. Angka ini naik 18,15% dari total pendapatan tahun lalu sekitar Rp 114,6 triliun.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar, pencapaian omzet sebesar itu didapatkan dari berbagai bisnis franchise yang ada di Indonesia yang didominasi dari sektor makanan.

AFI mencatat, di Indonesia pendapatan bisnis franchise didominasi dari bisnis makanan dan minuman. Lihat saja, omzet bisnis makanan dan minuman (mamin) tahun lalu mencapai Rp 42,6 triliun, dan tahun ini ditargetkan bisa sebesar Rp 49 triliun.

Berbeda lagi dengan bisnis ritel minimarket yang tahun ini ditargetkan bisa meraup omzet Rp 38 triliun dibandingkan tahun lalu hanya Rp 31,5 triliun. Sedangkan bisnis properti tahun 2010 mencapai pendapatan 2010 Rp 31,5 triliun.

"Kami optimistis tahun ini bisa mencapai target lebih besar. Sebab, kami melihat daya beli masyarakat kita yang sudah tinggi," lanjut Anang saat ditemui dalam acara International Franchise License & Business Concept Expo & Conference) di JCC, hari ini (17/6).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×