kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Agen inspeksi belum berlaku pada kargo internasional


Selasa, 06 September 2011 / 09:45 WIB
Agen inspeksi belum berlaku pada kargo internasional
ILUSTRASI. Sepeda lipat Element Troy x generasi terbaru dari tipe sepeda lipat Element Troy.


Reporter: Monika Novena , Sofyan Nur Hidayat | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Agen inspeksi alias regulated agent (RA) yang ditunjuk Pemerintah di Bandar Udara Soekarno Hatta belum melakukan inspeksi atas kargo internasional hingga kemarin. Bambang S Ervan, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemhub) bilang, Kemhub menunda inspeksi kargo internasional oleh RA yang semula berlaku 4 September itu karena pihaknya masih harus mendiskusikannya dengan pihak Bea Cukai Kementerian Keuangan.

"Diskusi ini agar tidak terjadi duplikasi pemeriksaan terkait dengan pembukaan segel dari bea cukai," ujarnya kepada KONTAN, Senin (5/9). Bambang juga belum bisa memastikan kapan RA di kargo internasional bisa berlaku. Yang jelas, ia yakin pemberlakuan RA ini tak akan lagi menghambat arus barang. Sebab, saat ini RA sudah menyiapkan 24 unit x-ray berkapasitas 880 ton per hari. Jumlah ini lebih tinggi dari arus barang di Soekarno-Hatta yang hanya 600 ton per hari.

Menurut pengamatan KONTAN kemarin, suasana pengiriman barang internasional di Soekarno-Hatta kemarin masih lengang. Dua perusahaan yang telah memiliki izin RA yakni PT Duta Angkasa Prima Kargo dan PT Ghita Avia Trans, juga hanya melayani pengiriman domestik saja. "Kami masih menunggu, mungkin sekitar satu hingga dua bulan ke depan," kata Erick Hermawan, Penanggung Jawab Operasional Duta Angkasa.

Namun Erick bilang, pihaknya sudah siap menangani kargo internasional. Duta Angkasa sudah melakukan berbagai persiapan seperti lokasi, teknis, dan sumber daya manusia.

Sarmili, Penanggung Jawab Operasional PT Ghita Avia Trans III (Gatrans III) juga mengatakan belum ada instruksi dari pemerintah untuk melayani kargo internasional. Sedangkan RA lainnya, Angkasa Pura II tampak masih bersiap-siap untuk beroperasi. "Ini masih fisiknya, kami rencananya besok sudah dapat beroperasi," tutur Syarif H, Bagian Administrasi dan Komersial Angkasa Pura II.

Soal tarif, Gatrans III mematok Rp 430 per kg sebelum PPN. Duta Angkasa Prima mematok Rp 420 per kg sebelum PPN. Sedangkan Angkasa Pura II akan memasang harga khusus selama 6 bulan ke depan.

Ariyanti, Sekjen Asosiasi Logistik dan Freight Forwarder Indonesia (ALFI) menyatakan kecewa atas pemberlakukan RA sementara belum ada kesepakatan mengenai tarifnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×