kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

AI Mulai Jadi Mesin Bisnis di Indonesia, Covena Andalkan Agentic AI


Rabu, 12 Agustus 2026 / 17:43 WIB
AI Mulai Jadi Mesin Bisnis di Indonesia, Covena Andalkan Agentic AI
ILUSTRASI. Covena AI (Dok/Covena AI)


Reporter: Fahriyadi | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan artificial intelligence (AI) di Indonesia memasuki fase baru. Teknologi AI tidak lagi sekadar digunakan sebagai chatbot untuk menjawab pertanyaan pelanggan, tapi mulai diarahkan jadi Intelligent Agentic AI yang mampu memahami pelanggan, mengingat riwayat interaksi, memberikan rekomendasi, hingga menjalankan proses bisnis secara lebih menyeluruh.

Perubahan ini sejalan dengan semakin banyak perusahaan dari berbagai sektor mengadopsi AI untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan kualitas layanan pelanggan.

Co-Founder dan Chief Technology Officer (CTO) Covena AI Jason Tjahjono mengatakan kebutuhan dunia usaha terhadap AI kini berkembang jauh melampaui kemampuan menjawab pesan otomatis.

Baca Juga: Kecerdasan Buatan Buka Peluang Baru di Industri Kreatif, Kebutuhan Talenta Meningkat

“Banyak AI terlihat canggih saat demo. Tapi begitu dicoba langsung, jawaban AI-nya tidak sesuai ekspektasi. Banyak pebisnis sudah mempercayakan Covena sebagai revenue channel mereka. Karena itu, kami membangun infrastruktur AI dengan kualitas sebagai prioritas utama agar tetap diandalkan ketika AI sudah digunakan pelanggan dalam operasional sehari-hari,” ujar Jason, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, tantangan penerapan AI bukan hanya menghasilkan respons cepat, tetapi memastikan jawaban tetap akurat dan relevan secara konsisten. Karena itu, Covena AI mengembangkan AI Sales Agent dengan kemampuan self-improving yang memungkinkan AI terus belajar dari interaksi pelanggan.

Dalam waktu kurang dari dua tahun, Covena AI mengklaim telah dipercaya berbagai perusahaan enterprise lintas industri, antara lain Garuda Indonesia, AYANA Bali, CoLearn, ALVA Auto, dan AECC. Tingkat akurasi respons AI disebut mencapai lebih dari 97% dalam menangani ribuan pesan setiap hari.

Jason menilai perkembangan tersebut menunjukkan AI mulai bergeser dari customer service automation menjadi teknologi yang terintegrasi dengan proses bisnis. AI Sales Agent kini dilengkapi Customer Memory, AI-native CRM, analitik bisnis dan pemasaran, serta integrasi dengan berbagai platform untuk penjadwalan, pembayaran, pengiriman, dan pengelolaan pelanggan.

Integrasi tersebut mencakup Google Maps, Calendar, dan Sheets, layanan Grab, Gojek, Lalamove, hingga payment gateway Xendit dan Stripe.

“Tujuannya bukan sekadar membuat AI bisa membalas chat, tetapi bagaimana setiap percakapan dengan pelanggan dapat menjadi bagian dari proses bisnis yang menghasilkan nilai dan revenue,” kata Jason.

Covena juga mengembangkan fitur Automations untuk follow-up dan pengingat pembayaran, Pass Back to AI untuk kolaborasi AI dan agen manusia, Ticket Intelligence untuk menganalisis percakapan, serta Co-pilot Mode dan Watchtower untuk menjaga kualitas respons AI.

Pemanfaatan AI tersebut mulai memberikan dampak di berbagai sektor. Pada Garuda Indonesia, integrasi layanan melalui WhatsApp untuk pemesanan tiket, GarudaMiles, refund, rescheduling hingga online check-in disebut menghasilkan revenue sekitar Rp1,675 miliar. Dalam satu bulan, lebih dari 71.000 percakapan pelanggan ditangani AI dengan CSAT 4,34 dari skala 5.

Pada CoLearn, AI menangani lebih dari 150.000 percakapan dengan akurasi di atas 97% dan disebut menghasilkan tambahan revenue hingga ratusan juta rupiah dan menurunkan biaya akuisisi pelanggan hingga 25%.

Sementara AECC Indonesia memanfaatkan AI untuk memperkuat komunikasi dengan lebih dari 20.000 siswa dan membantu akuisisi lebih dari 500 siswa baru dalam tiga hingga empat bulan.

Di ALVA Auto, implementasi AI untuk otomatisasi penjualan dan customer engagement disebut menghasilkan tambahan revenue lebih dari Rp588 juta per kuartal dan menangani lebih dari 16.000 percakapan pelanggan.

Perkembangan itu menunjukkan AI mulai ditempatkan bukan hanya sebagai alat untuk mengurangi pekerjaan administratif, tetapi sebagai bagian dari strategi penjualan, pelayanan, analitik, dan pengambilan keputusan bisnis.

Jason mengatakan tantangan berikutnya adalah memastikan AI mampu beradaptasi dengan workflow perusahaan sekaligus tetap berkolaborasi dengan tenaga manusia.

“AI harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan bisnis, berkolaborasi dengan tim manusia, dan memberikan kualitas layanan yang konsisten,” ujarnya.

Perubahan dari chatbot menuju Agentic AI menandai babak baru adopsi kecerdasan buatan di Indonesia. AI berpeluang berkembang dari teknologi pendukung menjadi bagian dari infrastruktur bisnis yang bekerja sepanjang waktu dan terhubung langsung dengan proses penjualan, pelayanan, serta penciptaan revenue.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×