Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inovasi varietas, teknologi, dan pendampingan agronomi menjadi bagian penting dalam membantu petani menghadapi tantangan budidaya dan ketidakpastian iklim.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan fenomena El Niño kuat berpotensi memperpanjang musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Oktober 2026.
Menghadapi kondisi tersebut, Bayer membantu petani meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya melalui varietas jagung DEKALB DK79C Kuat. Varietas ini memiliki rendemen pipilan hingga 82%, batang kokoh yang lebih tahan rebah dan busuk batang, serta masa panen sekitar 100 hari.
Baca Juga: Bayer Dorong Manufaktur Kesehatan Berkelanjutan
Efektivitas DEKALB DK79C Kuat tercermin dari hasil panen raya jagung yang dilakukan petani di Lampung Tengah, Pesawaran, Wonogiri, dan Tuban. Bersama Bayer Indonesia, panen raya tersebut berlangsung pada 23 September hingga 1 Oktober 2026.
Direktur PT Bayer Indonesia Andi Ilyas mengatakan, hasil panen DEKALB DK79C Kuat berpotensi mencapai 10%-15% lebih tinggi dibandingkan rata-rata hasil panen petani di wilayah tersebut.
Peningkatan produktivitas petani menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pencapaian target produksi jagung nasional. Pemerintah menargetkan produksi jagung pipilan kering sekitar 18 juta ton pada 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
Panen raya yang digelar bertepatan dengan Hari Tani Nasional 2026 ini juga menyoroti peran inovasi, teknologi, dan pendampingan agronomi dalam membantu petani menghadapi tantangan budidaya.
Baca Juga: Portofolio Semakin Kuat, Bayer Siap Genjot Pertumbuhan Kinerja
Andi bilang, Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk mengapresiasi peran petani dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia. "Kami percaya inovasi pertanian yang didukung praktik budidaya yang tepat berpotensi membantu petani menghadapi tantangan iklim sekaligus meningkatkan potensi hasil panen. Bayer akan terus bekerja bersama petani untuk mendukung praktik pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan," kata Andi dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).
Sementara itu, Bayer Corn Seeds & Trait Lead Crop Science Indonesia Jawad Nasir mengatakan, hasil observasi lapangan menunjukkan DEKALB DK79C Kuat berpotensi memberikan hasil lebih baik jika dipadukan dengan praktik agronomi yang tepat.
"Pada akhirnya, membantu petani mengoptimalkan produktivitas akan turut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia," ujar Jawad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














