kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.207   49,00   0,29%
  • IDX 7.637   15,50   0,20%
  • KOMPAS100 1.056   3,79   0,36%
  • LQ45 759   1,39   0,18%
  • ISSI 277   0,91   0,33%
  • IDX30 404   0,85   0,21%
  • IDXHIDIV20 491   2,42   0,50%
  • IDX80 118   0,40   0,34%
  • IDXV30 140   1,19   0,86%
  • IDXQ30 129   0,39   0,30%

AirAsia: Kalau dicabut tentu saja merugikan


Selasa, 13 Januari 2015 / 17:19 WIB
ILUSTRASI. Manfaat Bermain Sepak Bola untuk Kesehatan Mental Remaja


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Direktur Indonesia AirAsia, Sunu Widyatmoko mengaku tidak bisa konsenstrasi menanggapi kebijakan tarif batas bawah. Sunu mengatakan manajemen AirAsia saat ini sedang fokus dalam membantu keluarga korban.

“Kami sebagai airliner kalau memang itu keputusan pemerintah ya kita ikut saja. Terus terang saya tak bisa konsentrasi melihat ke arah situ.Ya kalau dicabut tentu saja merugikan. Sampai saat ini fokus kami mendampingi masa sulit keluarga,” jawab Sunu ketika ditemui di Gedung DPR Komisi V selapas rapat dengar pendapat mengenai perkembangan penanganan kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501, Selasa (13/1).

Sebelumnya, pemerintah melalui Peraturan Menteri Perhubungan menetapkan tarif batas bawah sekurang-kurangnya 40% lebih rendah dari tarif batas atas. Dimana aturan yang berlaku sebelumnya adalah 50% dari batas atas.

Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 91 Tahun 2014 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Ketentuan ini diteken oleh Ignasius Jonan pada 30 Desember lalu. (Stefanno Reinard Sulaiman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×