kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Airlangga Ungkap Potensi Swasta Bisa Impor Migas dari AS


Minggu, 23 November 2025 / 15:12 WIB
Airlangga Ungkap Potensi Swasta Bisa Impor Migas dari AS
ILUSTRASI. Menko Airlangga membuka peluang swasta impor migas dari AS pasca kesepakatan tarif resiprokal. Ini dampaknya pada ekonomi dan energi nasional.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkap peluang pihak swasta untuk dapat mengimpor komoditas minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat (AS).

Adapun hal ini sebagai tindak lanjut dari kesepakatan dagang antara Indonesia-AS melalui tarif resiprokal beberapa waktu lalu. Indonesia ditargetkan akan mengimpor bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG dari Amerika usai kesepakatan ini rampung.

Airlangga menambahkan, saat ini pemerintah Indonesia sedang menunggu perjanjian tarif resiprokal dengan Amerika Serikat.

Apabila perjanjian tarif resiprokal tersebut sudah disepakati, kemudian barulah muncul nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang akan menjadi produk turunan dari perjanjian tarif resiprokal antara Indonesia dengan AS.

Baca Juga: Perlu Disederhanakan, Kontraktor Usaha Hulu Migas Masih Wajib Penuhi 140 Perizinan

“MoU sudah dibuat, itu sudah ada mekanismenya. Kami sedang menunggu perjanjian tarif resiprokal dengan Amerika Serikat,” kata Airlangga saat ditemui di Jakarta, dikutip Minggu (23/11/2025).

Selain Pertamina, Airlangga bilang pihak swasta juga memiliki kesempatan untuk mengimpor komoditas migas.

Ia mencontohkan proyek Pabrik New Ethylene Project milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten, yang telah diresmikan Kamis (6/11/2025) lalu. Menurutnya, proyek ini akan menambah konsumsi LPG di dalam negeri.

Baca Juga: Pertamina Temukan Cadangan Migas Jumbo 724 Juta Barel di Blok Rokan

"Kalau swasta kepingin boleh. Seperti kemarin pada saat Bapak Presiden meresmikan pabrik petrokimia di Banten. Nah mereka juga punya kebutuhan 5 juta ton LPG," tambah dia.

Meski begitu, ia memastikan impor komoditas migas AS ini akan tetap melalui proses lelang atau bidding bagi vendor AS.

“Impor langsung itu nanti pasti ada bidding. Untuk vendor (penyedia migas) Amerika-nya pasti ada bidding,” kata Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×